"Allahu Ghayatuna, Ar-Rasul Qudwatuna, Al-Qur'an Dusturuna, Al-Jihadu Sabiluna, Al-Mautu Fi Sabilillah Asmaamalina" "ALLAH adalah TUJUAN kami, RASUL 4JJ1 TLADAN kami, AL-QUR'AN PEDOMAN HIDUP kami, JIHAD adalah JALAN JUANG kami, MATI di JALAN ALLAH adalah CITA-CITA Tertinggi kami""Allahu Ghayatuna, Ar-Rasul Qudwatuna, Al-Qur'an Dusturuna, Al-Jihadu Sabiluna, Al-Mautu Fi Sabilillah Asmaamalina" "ALLAH adalah TUJUAN kami, RASUL 4JJ1 TLADAN kami, AL-QUR'AN PEDOMAN HIDUP kami, JIHAD adalah JALAN JUANG kami, MATI di JALAN ALLAH adalah CITA-CITA Tertinggi kami"




TARBIYYAH BUKANLAH SEGALA-GALANYA, TAPI SEGALA-GALANYA SIA-SIA TANPA TARBIYYAH,,,,,,,,,,,,, TARBIYYAH BUKANLAH SEGALA-GALANYA, TAPI SEGALA-GALANYA SIA-SIA TANPA TARBIYYAH




'mas' FAHRI'
Male
kaNgAQ@KUalA LumPUq@jeLAtEk


OUR OFFICIAL WEBSITE

- www.halaqah-online.com -
"DEMI ALLAH, DEMI JIWAKU YANG BERADA DALAM GENGGAMANNYA, AKU BERJANJI AKANKU RAMPAS KEMBALI HIKMAH YANG TELAH HILANG DARI TANGAN UMMAT ISLAM BIAR MATI SEBAGAI TUKARANNYA!!!!" - "mas FAHRI"
"kAmI daTAng DeNgAN sekEloMpOK MaNUsiA yg MEnCintAi KEMATIAN! seBaGaiMna KaLiaN mENcIntAI KehIDuPAn -intifadhah begin! (9:111)

YAHOO MESENGGER (YM) masFAHRI : akh_id

   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

Pautan




..::TENTANG "mas FAHRI"::..





@SELAMAT DATANG KE friendster ANA@

friendster

MASUK DI SINI







> aNAk sOLeH <

17:23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia - AL-ISRA'





29:8. Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang
ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. al-ankabut



31:14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu - luqman

Visitor Map
Create your own visitor map!



Ukhwah.com :: Top Blog

..::HALAWATUL IMAN::..



..::..::BOIKOT YAHUDI LA'NATULLAH SAMPAI MATI::..
..::lets support!!! campaign BOYCOTT ISRAEL::..
..::ISRAEL IS NOT REAL::..::..







-PEJUANG CILIK ASPIRASI HATI-
PENGUBAT HATI MUJAHID SEPI-
-TITIK MUSAHABAH DIMANA DIRI-
-ANTARA DIRI DENGAN YG MASIH TIDAK MENGERTI-
Photobucket - Video and Image Hosting


-mujahidah sejati tidak takut mati-
-ALLAH sentiasa dihati-
-SYAHID adalah destinasi-
Photobucket - Video and Image Hosting



Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

-BOIKOT YAHUDI LA'NATULLAH SAMPAI MATI- http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.html



..::KUTINGGALKAN PADAMU 2 PERKARA..........AL-QURAN DAN SUNNAHKU::..



Search in the Hadith
Search: in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com
Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com


..:: 4JJ1 TUJUAN KAMI ::..


Photobucket - Video and Image Hosting



..::BLOGGERS::..


|+| GENG'S ONLINE |+|

:: Abirissabeel
:: Abuhandzalah
:: Akhi Masrawi
:: Akmalhamdy
:: Al Falah
:: Aljoofre
:: Aljantanie
:: Alkhakimiy
:: Allayyinah
:: Alip
:: Along
:: Amri
:: Ana Muslimah
:: Angah Komputer
:: Anjang Dahar
:: Aqustatic
:: Azmansyah
:: AswatalIslam
:: Bait Nujum
:: Bandar Sepi
:: Cik Lin
:: Dalina
:: Dr Kadir
:: Elmafraqi
:: Elzahra
:: Faezahherda
:: Fikrahmadani
:: Fungkurs
:: Gild
:: Grapesnasyid
:: Harapan-Online
:: Ijad
:: Ikhwan
:: Islamforever
:: Kasih Kekasih
:: Kasut Terbang
:: Kay
:: Kema
:: Klasik Kalbu
:: Lempengku
:: Lobam
:: Masterpyan
:: Mastika
:: Mediamuslim
:: Mrshai
:: Mueez
:: Munawwarah
:: Musafir Malam
:: Muslimat IPIJ
:: My Student
:: Nailofar
:: Nasyid2u
:: Nianarmands
:: Nureeman
:: Nurulnaim
:: Omar
:: Omker
:: Osnamila
:: Pakdi
:: Poestamz
:: Pujangga
:: Pumkelantan
:: Purnama
:: Rahsia Hati
:: Razman
:: Riyadhussalihin
:: Ruhi
:: Salafian
:: SerikandiIslam
:: Serojadesa
:: Shaira
:: Sin Kai
:: Soal Hati
:: Sokai
:: Suhbah
:: Syahiditusuci
:: Syazana
:: Sysalha
:: Thurayya
:: Toek's
:: Ummu Nufayl
:: Usratiy Mahbubah
:: Ustaz Nasrudin
:: Wacky
:: Wak
:: Wan-Z
:: Wan-Zu
:: Widzgeek
:: Wnshima
:: Yasmin
:: Zikri
:: Zulnasri
:: Zulkiplyharun
:: Zunnurain



..::ASMA' AL-HUSNA::..


Photobucket - Video and Image Hosting





..::demi masa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian .....::..





..::4JJI GHAYATUNA::..



Image hosting by Photobucket







BAPE ORANG DAH LAWAT
Tuhanku, Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu Lembar demi lembar kitab kupelajari Untai demi untai kata para ustadz kuresapi Tentang cinta para nabi Tentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufi Tentang kerinduan para syuhada Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan Tapi Rabbii, Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu Aku makin merasakan gelisahku membadai Dalam cita yang mengawang Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan Wahai Ilahi, Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu: Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku Ilaahi, Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii, Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makananmakanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. Yaa, Maha Rahmaan, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Yaa Rahiim Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...



AnTarA AkSi MaT RemPIt Alaf Baru Huhuh


Photobucket - Video and Image Hosting
-BUANGKANLAH YANG HARAM AMBILLAH YANG HALAL-

Photobucket - Video and Image Hosting




Al-Quran
Rujukan Al-Quran dari Pimpinan Ar-Rahman/English Translation


Mastika Hadith

Himpunan hadith dari
Mastika Hadith


e-Fatwa

Himpunan Fatwa Di
Seluruh Malaysia


Kemusykilan Agama

Rujukan & Pertanyaan Agama

Portal Halal
Rujukan Rasmi
Sijil Halal JAKIM.


Khutbah On-Line

Koleksi Khutbah Oleh JAKIM


Aduan Awam

Aduan Mengenai
Perkhidmatan JAKIM


e-Hadith

Koleksi Hadith
Harian JAKIM


Iqra'

Koleksi Buku-Buku
JAKIM


..::-SPECIAL FROM IKHWAH TO IKHWAH-::..


























..::siraman nurani::..


ust IR H TIFATUL SEMBIRING




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, December 25, 2008
GENERASI DAKWAH!




" Mereka datang bersama sekelompok manusia, membina kesinambungan tamadun yang gilang gemilang, di bawah pemerintahannya terdiri dari ratusan juta manusia dari pelbagai agama hidup harmoni tanpa kezaliman, penaklukan mereka bukan membawa kesengsaraan malahan keamanan dan melepaskan manusia dari kegelapan dan kesempitan dunia kepada keluasan akhirat, arkitek mereka membina iman yang akhirnya menentukan sempadan garis peta dunia hingga dikagumi seluruh ummat, ummat menantikan kehadiran mereka untuk pembebasan dan pembelaan hingga mereka sendiri tekorban, para ilmuan mereka mencipta sejarah gemilang dengan tinta emas hinggakan menjadi rujukan segenap dunia , mereka ditakuti bukan kerana kecanggihan ilmu dan teknologi mereka serta kegagahan mereka, tetapi iman mereka yang begitu kental, mereka berperang untuk mencari mati seperti mana musuh berperang untuk hidup. tiap hela nafas mereka seharian hanya memikirkan untuk ummat hingga tiada apa yang mampu diberikan lagi, ulama' mereka sangat menggugah jiwa hinggakan pemerintah yang akan tunduk dan bersimpuh kerana kebenaran yang dibawa, umara' memerintah ummat dan ulama' membimbing umara' , pemerintah bukan disanjung tapi ditaati kerana takutkan ALLAH, dunia di hati mereka sangat kecil kerana ALLAH BESAR dihati mereka , dari hamba hingga ke pemerintah semua taat akan ALLAH, siang bagai singa dirimba malam bagai rahib yang merintih dan meratap, jurutera mereka membina iman sebagai asas ketamadunan lalu lahirlah binaan-binaan yang menggugah kaum kuffar, romawi dan kaisar diruntuh sekelip mata, musyrikin menjadi muslimin , kafirin menjadi mu'minin, natijahnya 2/3 dunia dalam sempadannya, itulah mereka itulah generasi penerus, itulah generasi rabbani, itulah GENERASI DAKWAH!




Wednesday, November 26, 2008
kemana mahu pergi akhi ?


 
 
 
 
 
 
kemana mahu pergi akhi ?

kemana mahu pergi akhi
tika ummat ini memerlukanmu

kemana mahu pergi akhi
tika saatnya ummat ini mendambakan keringatmu
 

kemana mahu pergi akhi
tika saat manusia sedang memudik kolek mereka ke neraka

kemana mahu pergi akhi
andai tujuan ummat ini sedang dalam arah kesesatan

kemana mahu pergi akhi
saatnya ummat sedang bergelumang dengan maksiat

kemana mahu pergi akhi
andai manusia sedang leka untuk sebuah jawataan ke neraka

kemana mahu pergi akhi
tika manusia lain sedang mengumpul kekayaan untuk membeli tiketke neraka

kemana mahu pergi akhi
tika iman mu sangat lemah dan lalai


kemana mahu pergi akhi
tika saat ahli agama sedang berbalah sama sendiri

kemana mahu pergi akhi
diwaktu ummat mandambakan penyelesaian darimu


kemana mahu pergi akhi
apabila ummat ini menagih kebajikan iman darimu


kemana mahu pergi akhi
tika keluargamu dalam hanyutan dunia dan maksiat


kemana mahu pergi akhi
saat palestin kini sedang dicabul oleh la'natullah


kemana mahu pergi akhi
saat ahli agama hanya berteori dan bersolek dengan solekan agama


kemana mahu pergi akhi
saatnya orang sibuk berpolitik dari berdakwah


kemana mahu pergi akhi
ketika ummat amat dahagakan tarbiyyah islamiyyah


kemana mahu pergi akhi
tika anak muda sedang leka dalam lembah maksiat


kemana mahu pergi akhi
tika ummat memilih hiburan sebagai cara hidup mereka


kemana mahu pergi akhi
tika da'i sedang terpedaya dengan duniawi


kemana mahu pergi akhi
saat ummat ini sedang dihina


kemana mahu pergi akhi
tika pada da'i sedang mencari jalan untuk keluar dari jalan ini kerana pesona duniawi


kemana mahu pergi akhi
tika tarbiyyah hanya menjadi tujuan duniawi bagi yang hatinya gelap


kemana mahu pergi akhi
tika islam hanya menjadi kata semangat bukan amalan untuk metlamat


kemana mahu pergi akhi
tika ummat sedang dimurtadkan


kemana mahu pergi akhi
tika hal anak-anak yatim dan fakir miskin tidak terbela


kemana mahu pergi akhi
tika sang binatang buas sedang memungut harta kekayaan dengan menindas ummat


kemana mahu pergi akhi
tika kotak maksiat(tv) sentiasa berputar di setiap rumah ummat


kemana mahu pergi akhi
tika iman saudara mu sedang lemah


kemana mahu pergi akhi
saat da'i sedang bertukar haluan duniawi


kemana mahu pergi akhi
tika pemimpun sedang bermewahan tanpa membela nasib ummat


kemana mahu pergi akhi
tika agama sudah menjadi rektorik manusia


kemana mahu pergi akhi
saat tarbiyyah ini menjadi lesu


kemana mahu pergi akhi
jika bukan di rumah tarbiyyah ini
 
 
kemana mahu pergi akhi, kemana........
 
 
 
 

Saturday, November 22, 2008
SAJAK : ~_katanya kau seorang pejuang_~

 

 

 
 
 
 
 
 
 
katanya kau seorang pejuang
tapi ikhtilat mu tidak dijaga

katanya kau seorang pejuang
tapi kau masih assobiyyah

katanya kau seorang pejuang
tapi ibadah mu dan amalanmu masih seperti dahulu

katanya kau seorang pejuang
kau masih layan tv , movie dan game dgn alasan nak release tension

katanya kau seorang pejuang
cinta dunia masih menempati hatimu berbanding cinta allah dan rasulNYA

katanya kau seorang pejuang
kau sebok update isu semasa berbanding AL QURAN 1juz sehari

katanya kau seorang pejuang
kau xpun berdakwah

katanya kau seorang pejuang
kau masih layan muzik-muzik yang lagha


katanya kau seorang pejuang
tapi sering beralasan untuk dakwah dan jihad

katanya kau seorang pejuang
kau lebih bela jemaah berbanding islam

katanya kau seorang pejuang
kau masih ada karat jahiliyyah dihatimu tanpa usaha membuangnya

katanya kau seorang pejuang
mutabaah ibadahmu sangat menyedihkan

katanya kau seorang pejuang
ukhuwahmu hanya untuk kepentinganmu bukan kepentingan ummat
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
katanya kau seorang pejuang
kau sering tinggal QIAMULLAIL bebanding mengamalkannya

katanya kau seorang pejuang
berapa banyak ummat yang kau ziarah?

katanya kau seorang pejuang
kau sering menyalahkan orang lain berbanding diri sediri akibat lalai kerna tidak berdakwah

katanya kau seorang pejuang
kau lebih banyak berdakyah berbanding berdakwah


katanya kau seorang pejuang
tapi masa rehatmu lebih banyak berbanding masa berdakwah


katanya kau seorang pejuang
tapi untuk berinfaq saja kau sudah kikir


katanya kau seorang pejuang
hidupmu masih senang lenang dan mewah


katanya kau seorang pejuang
kau sudah menganggap dirimu mulia sedangkan kau harus lebih tawadhuk


katanya kau seorang pejuang
kau jarang sekali menangis untuk bertaubat


katanya kau seorang pejuang
kau masih seronok dengan maksiat di sekitarmu


katanya kau seorang pejuang
kau tidak rasa apa-apa bila berbuat maksiat


katanya kau seorang pejuang
kau masih malas mencari ilmu agamamu


katanya kau seorang pejuang
kau jarang sekali muhasabah dirimu sedang sering menasihati orang lain


katanya kau seorang pejuang
kau masih berpakaian tidak senonoh


katanya kau seorang pejuang
namun akhlakmu tidak ada apa yang berubah


katanya kau seorang pejuang
namun kau sering lalai dan leka berbanding insaf dan sedih


katanya kau seorang pejuang
kau lebih sibuk bersama keluarga berbanding bersama ummat


katanya kau seorang pejuang
kau masih pentingkan dirimu berbanding kepentingan ummat


katanya kau seorang pejuang
kau masih ragu dengan apa yangkau infakkan


katanya kau seorang pejuang
hafalanmu saja masih jauh lagi


katanya kau seorang pejuang
kau masih terasa asing dengan pekataan BERDAKWAH apatah lagi melakukannya

 katanya kau seorang pejuang
kau masih mengumpat dan mengeji orang 
 
katanya kau seorang pejuang
kau masih berbelah bagi antara dakwah dan dunia
 
katanya kau seorang pejuang
kau masih seperti dahulu
 
 
katanya kau seorang pejuang
 
.........................................................................
 


 
 
 


HANYA ALLAH













Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan badai kencang menerjang, semua penumpang bahtera akan panik dan berteriak pasrah, "Ya ALLAH!"...

Ketika seseorang tersesat di tengah padang sahara, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, "Ya ALLAH!"...

Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru, "Ya ALLAH!"...

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah, "Ya ALLAH!"...

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua sarana membuntu, merekapun menyeru, "Ya ALLAH!"...

Ketika bumi yang luas terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa serasa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus dipikul, menyerulah "Ya ALLAH!"...

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata bening yang menetes dan semua keluh kesah yang tiada henti yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadiratNya...

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap dan arahkan terus tatapan mata ke arahNya untuk memohon pertolongan...

Hanya dengan namaMu lisan ini bersenandung, memohon keselamatan, bergumam memanggil...Hanya dengan berdzikir kepadaMu hati terasa nyaman, jiwa menjadi tenteram dan perasaan menjadi teduh, seluruh urat syaraf tak lagi menegang, sehingga bimbingan Ilahi membuahkan hasil dan menuai keyakinan, bahwa Engkau adalah Maha Lembut terhadap hambaMu...

(Disarikan dari "La Tahzan" karya DR. 'Aidh Al-Qarni)





Please: Jangan Pergi Dari Tarbiyyah Ini: Apa Tarbiyah Itu Masih Ada?




 

 

 

 
 
Musim semi kini telah tiba
Bunga-bunga bermekaran
Di sepanjang jalan warna berganti
Segar asri berseri … dihati …

 

 

"Aku ingin keluar dari jamaah ini!", sepotong kalimat terlontar dari seorang ikhwah. Bukan untuk yang pertama kali, namun sudah tak terhingga kalimat ini mengiang di telinga kita. Bukan pula yang terakhir kali, karena inilah sunatudda'wah. Pernyataan ini senantiasa membekas di setiap zaman, di setiap episod dakwah, dari zaman kenabian sampai hari kiamat. "Silahkan akhi….silahkan ukhti….", jawab seorang ikhwah mempersilakan.Beberapa dari kita mempersilakan kepergian saudara dari barisan ini dengan sikap sambil lewa. Sikap yang lahir dari pemahaman bahawa hal ini merupakan sunnah dakwah, bahwa akan selalu lahir ikhwah-ikhwah baru, mujahid-mujahid baru, bahwa Islam akan tetap terpelihara sehingga tidak perlu barisan ini merengek-rengek demi menahan kepergian seseorang, bahawa pemilihan alamiah berlaku untuk membersihkan orang-orang yang mungkin memang kurang komitmen mengemban amanah ini.


 

3:179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini[254], sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya[255]. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar. AL-IMRAN






Sikap ini tidaklah salah, kerana penerapan pemahaman ini sudah sebati dengan ikhwah, maka akhirnya tidak sedikitlah yang akhirnya gugur dari barisan ini ketika kita bersemangat, memiliki level iman yang stabil atau sedikit lebih baik, kita seolah-olah melihat saudara kita pun seperti kita. Menerapkan standard stabiliti keimanan kita kepada saudara-saudara kita, atau bahkan adik (ikhwah baru) kita. Maka, ketika keadaan saudara kita tidak stabil, sedang mengalami penurunan iman, futur, kita pun menganggapnya sebagai seorang da'i manja. Kita melihatnya dengan perspektif berbeza dengan apa yang dirasakannya atau yang diperlukannya. Kita yang stabil memaksa supaya dia boleh "survive" bertahan di garis keimanan. Hinggakan kita tak merasa terlalu perlu untuk memberinya nasihat, atau motivasi-motivasi keimanan. Sementara betapa ia sangat amat memerlukan perhatian kita. Kita berfikir bahawa suatu saat, kita akan hidup sendiri tanpa seorang ikhwah yang menemani di suatu daerah. Sehingga kita mengira bahwa kita harus bersiap-siap untuk hal tersebut.

Maka ketika ada seorang yang futur, kita bersikap seolah-olah tak peduli padanya. Dan ketika dia benar-benar mengucapkan, "selamat tinggal", kita menyalahkannya atas kelemahannya. Kita menyelamatkan diri atas kesalahan dari futurnya saudarakita itu, dengan hiburan-hiburan bahwa ini adalah sunatud dakwah. Tidak sedikit kisah-kisah futurnya ikhwah dari jalan ini setelah tarbiyah bertahun-tahun. Bukan hal yang mengejutkan memang, ulama bahkan ada yang murtad, berganti haluan, ustadz pun ada yang terjatuh, ketika terliur dan terpedaya dengan indahnya dunia. Kehilangan seorang yang telah memiliki kefahaman dan semangat dakwah yang tinggi, apakah boleh diganti dengan masuknya 50 orang baru dalam barisan ini, tanpa kefahaman dan kekuatan dakwah yang mantap?

Lepasnya seorang da'i produktif apakah boleh ditutupi dengan hiburan bahwa 50 baru orang yang baru-baru mengikuti daurah tahap awal, dengan produktifiti dakwah yang masih "0"? Saudaraku, apakah orang yang baru ditarbiyah 1 atau 5 tahun boleh menyamai keperibadian Ka'ab bin Malik ra?Nilai keimanan memang tidak boleh diukur dengan lamanya tempoh seseorang itu ditarbiyah, namun kita boleh melihat secara umum bagaimana keadaan keimanannya dengan parameter usia interaksinya dengan dakwah.

Apakah kita akan menyikapi seorang yang baru setahun liqo dengan sikapnya Musa As. kepada Harun As. Ketika beliau menarik janggut saudaranya? Atau kita mencuba mengikuti marahnya umar ra. Kepada Abu Bakar ra yang memilih jalur 'lembut' dalam menangani Musailamah dan orang-orang yang menolak zakat? Sekeras itukah kita bersikap terhadap seorang ikhwah. Dimana senyummu ketika pertama kali bertemu bersama dalam dakwah ini, dimana pelukmu seperti kepada adik-adikmu yang baru masuk ke dalam tarbiyah? Kunjungilah saudaramu, ketika lama ia tidak menyapamu, smslah dia ketika sang adik tidak pernah muncul-muncul dalam pertemuan keimanan.

Ziarahilah mereka yang lemah, mereka yang manja, tularkan petuah-petuah juangmu. Apakah benar sudah sampai masanya mereka "survive" dalam menjaga stabliti keimanananya? Tidak, tidak ya akhi, cukuplah deraian airmata ini, cukuplah kesedihan hilangnya seorang ikhwah 'berhenti' sampai disini, dekaplah dan tahanlah mereka yang hendak pergi.ku katakan TIDAK!

 

 


 
 
 
Kuntum bunga boleh layu,
namun rekahnya bunga-bunga
mujahid harus terjaga
tetap hadir di sebuah kebun…
Dunia ibarat sebuah terminal
Hanya tempat persinggahan
Bersabarlah hadapi ujian
Tak kan lama kan tinggal …
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Ya Allah,
Sesungguhnya Engkau tahu Bahwa hati ini tlah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syariah dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahyaMu
Yang tiada pernah padam
Ya Robbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman
Dan indahnya tawakal padaMu
Hidupkan dengan makrifatmu
Matikan dalam syahid di jalanMu
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahyaMu
Yang tiada pernah padam
Ya Robbi bimbinglah kami
Ya Robbi bimbinglah kami....

Amin. Amin. Amin.
 
 
 
 
 







Tuesday, August 12, 2008
Perancangan Dakwah



Perancangan Dakwah

Photobucket


Keadaan sistem pengetahuan Islam dewasa ini semakin kritis. Pemikiran dan perencanaan mereka hampir tidak berdaya menghadapi lingkungan dan tuntutan baru. Sedangkan keadaan pemikiran para aktivis pula seakan lumpuh bila dituntut untuk mengemukakan teori baru yang sesuai dengan tuntutan yang akan dicapai. Padahal semua itu memerlukan perencanaan, organisasi dan pengurusan yang tinggi". (Sa'id Hawa, Durus Fil 'Amal Al-Islami)


Kerja dakwah dengan segala ciri-cirinya merupakan sarana utama mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil'alamin. Kesempurnaan Islam dan kemanfaatan Islam bagi hidup ini, hanya akan dirasakan apabila mereka yang berada di dalam Islam memahami Islam secara syamil (sempurna) yang utuh. Ini menuntut syarat lain,iaitu ; adanya sekelompok manusia yang bergerak membimbing dan menyebarkan risalah ini untuk seluruh manusia. "Manusia dakwah" inilah yang akan mengalirkan fikrah dan roh baru kepada kalbu dan akal seluruh manusia seperti mengalirnya air segar yang menghidup suburkan tanah kering kontang.

Namun persoalan ini tidak berhenti sampai disitu. Dakwah yang dilaksanakan tidak hanya terbatas menyebarkan Islam semata-mata, malah ia lebih dari itu. Sejak awal dakwah Islam - sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat - bertujuan membentuk insan kamil yang akan menyebarkan rahmat bagi seluruh manusia. Hasil dakwah akan dilihat apabila tumbuh dan perkembangnya "generasi rabbani" yang akan bersatu dalam shaf "khairu ummah" ; merupakan generasi yang memiliki peribadi, sikap hidup dan tujuan yang berbeza dengan seluruh manusia. Allah berfirman:

"….. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah" (QS. 3:110).

Proses pembentukan generasi ini, mahu tidak mahu, merupakan proses yang panjang. Ia menuntut dan memerlukan kesungguhan kerja dan pengorbanan yang besar. Tidak kurang dua puluh tiga tahun Rasulullah berjuang menegakkan risalah ini sebelum berhasil menumbuhkan generasi rabbani.

Dari sudut yang lain, proses pembentukan generasi Rabbani juga memerlukan pembentukan organisasi dan pengurusan kerja yang sempurna. Sunnatullah menentukan bahawa hasil kerja dengan usaha yang dikerjakan adalah selari. Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka". (QS. 13:11).
Proses ini semakin jelas, jika kita meneliti sirah perjuangan Rasul dalam menegakkan dakwah. Rasulullah memulakan tugas sucinya secara diam-diam (rahsia) kemudian dengan perhitungan yang tepat dilancarkan gerakan terbuka. Bukti lain boleh dilihat ketika Rasulullah memerintahkan orang-orang ansar, dalam bai'at 'aqabah kedua supaya memilih dua belas orang naqib. Juga ketika Rasulullah memerintahkan Mush'ab bin Umair sebagai da'i pertama yang beroperasi di Madinah. Padahal saat itu Mush 'ab berusia masih sangat muda. Atau bagaimana Rasulullah mempersiapkan proses hijrah dengan matang. Dimulakan dengan pencarian tempat yang strategik dan sesuai serta penumbuhan Ansar di daerah tersebut. Semuanya jelas tidak lepas dan perencanaan dan pengorganisasian. Ali bin Abi Thalib berkata:

"AI-Haq tanpa penyusunan yang rapi (tanzhim) akan dikalahkan oleh kebatilan yang tersusun rapi (tertanzhim)"

Unsur Dakwah

Kelancaran dakwah bergantung kepada dua hal; orang dan sistem yang diterapkan. Kedua-duanya saling berkait dan saling memberi kesan. Dan kedua-duanya - dalam Islam - dinaungi oleh prinsip Rabbani. Ertinya, orang dan sistem yang menggerakkan dakwah harus berpegang kepada aturan yang telah Allah SWT tetapkan.

Unsur orang (manusia) terdiri dari mad'u dan murabbi. Pada kondisi yang benar keduanya dalam proses interaksi yang aktif menuju pemahaman dan pelaksanaan Islam secara kafah. Ada ta'lifu qulub serta hubungan yanc mawaddah wa rahmah. Sehingga, amal jama'i keduanya dalam bahu membahu menegakkan dakwah selalu dinaungi oleh ukhuwah Islamiyah.

Unsur sistem manhaj menentukan arah dan tujuan dakwah, serta metode dan cara pelaksanaan dakwah. Dalam Islam semuanya bermuara pada bagaimana manusia menghambakan diri kepada Allah secara benar. Jika ini telah tercapai, maka misi Islam sebagai rahmatan lil alamin - insya Allah - akan tercapai. Kerana, tidak akan ada output (keluaran) rahmat manakala input yang masuk kedalam dirinya tidak berasal dari Allah SWT. Ertinya, hanya dengan penyerahan total soluruh hidup ke dalam sistem Allah saja yang membuat seseorang meninggi dimensinya tidak hanya terbatas kepada din dan ego semata.

Prinsip Pengurusan

Pada dasarnya, pengurusan hanyalah mengefisienkan yang tengah dilaksanakan. Menghasilkan output yang sesuai dengan usaha yang dikerjakan. Prinsip manajemen terangkum dalam tiga kata: perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan (evaluasi). Dan kesemuanya ini sebenarnya hal yang fitrah ada dalam din manusia yang ingin selalu memperbaiki kualiti kerjanya. Setiap amal yang mampu menghasilkan prestasi, selalu dimulai dengan perencanaan yang matang. Perencanaan yang meliputi iseluruh aspek yang mendukung pekerjaan itu. Samaada aspek orang mahupun sistem. Pelaksanaan memerlukan aturan mainnya sendiri. Ada hal-hal yang umum diketahui ada pula yang tidak. Setiap tahap amal memerlukan penanganan yang berbeza sesuai dengan marhalahnya.

Evaluasi adalah proses menilai kembali seluruh amal yang telah dikerjakan. Menarik hikmah dan menyarikan pelajaran yang terkandung di dalamnya. Yang kesemuanya itu akan dijadikan masukan untuk memulai proses amal yang baru. Tentunya seluruh proses di atas dapat terlaksana semata dengan izin Allah.

Pengurusan Dakwah

Pekerjaan dakwah diumpamakan seperti kilang yang menghasilkan produk manusia-manusia berkualiti ungggul, dunia dan akhirat. Di dalamnya ada bahan baku yang harus dibentuk oleh tangan tangan mahir dan berilmu.Ada mad'u dan murabbi. Disana juga terdapat sistem kerja yang efisien, sehingga besarnya amal akan berbanding lurus dengan prestasi yang dicapai. Amal dakwah berbentuk upaya menyeru dan cara yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Dan hasil dakwah adalah terbentuknya generasi "Siap pakai" yang akan memakmurkan bumi. Allah berfirman:

"Berkata Yusuf : "Jadikanlah aku bendaharawan negara Mesir, aku adalah orang yang pandai menjaga dan lagi berpengetahuan (QS. 12:55).

Perancangan

Perancangan dakwah meliputi unsur orang dan sistem. Orang-orang yang terlibat dakwah haruslah menyadari pentingnya perencanaan dalam melaksanakan harakah yang muntijah (bernilai). Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya". (QS. 17:36).

Dengan perencanaan yang benar, para muharik dakwah dapat menentukan skala prioriti dalam melaksanakan dakwahnya. Hal-hal yang memang utama dapat dikedepankan dalam penyelesaiannya, sementara yang cabang dapat ditangguhkan atau dialihkan.

Perencanaan sistem, meliputi usaha memahami rambu-rambu dakwah. Dakwah memiliki karakteristik yang berbeda dengan kerja lainnya. Disana diperlukan perjuangan dan pengorbanan. Ada marhalah yang berbeda untuk tiap kondisi dan tingkatan manusia yang borbeda, yang sekaligus menuntut perlakuan yang berbeda. Allah berfirman:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (QS16:125).

Termasuk perancangan dakwah adalah usaha untuk membekali diri dengan iImu dan iman yang menghasilkan taqwa. Seorang muharik dakwah akan berhasil manakala sejak awal terjunnya kedunia dakwah, a membekali dirinya dengan kemesraan berhubungan dengan Allah SWT. Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. (QS.2:197).
Dengan bekal ini seorang muharik dakwah dapat membuat kurikulum ringkas dalam melaksanakan dakwahnya. Kurikulum yang menyangkut marhalah, tingkat interaksi sampai evaluasi terhadap perkembangan dan kemajuan mad'u. Sama ada sudut ruhiyah, fikriyah mahupun amaIiyah.

Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan ada banyak hal yang timbul akibat interaksi nyata dengan dunia realiti. Akan banyak ditemui hambatan, baik yang bersifat internal mahupun eksternal. Hambatan internal berwujud adanya kesulitan pengambilan mad'u baru, penerapan sistem (manhaj) yang tidak sempurna atau tumbuhnya gejala tidak sehat dalam tubuh jamaah yang membuat lesu dan sedikitnya amal yang dikerjakan. Hambatan eksternal timbul dan orang-orang yang memang sejak awalnya telah memiliki rasa dengki dan benci kepada Islam. Allah berfirman:

Demikianlah sifat mereka dalam Taurat, dan sifat-sifat mereka dalam InjiI, iaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tugasnya maka tugas itu menjadi tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya kerana Allah hendak menjengkelkan hati orang orang kaflr dengan kekuatan orang-orang mukmin" (QS. 48:29).

Dalam kondisi nyata inilah dakwah harus berjalan, tumbuh dan menghasilkan. Untuk itu beberapa prinsip dasar dakwah harus benar-benar dilaksanakan pada tahap ini:

Prinsip amal jama'i dan harakah yang manhaji (gerak yang teratur). Sejak awalnya, RasuluIlah mencontohkan bahwa kekuatan dakwah selain dari keunggulan minhaj Islam itu sendiri - selalu bertumpu pada amal yang terkoordinasi dalam sebuah jamaah dakwah. Kerja dakwah infiradi (sendin-sendiri) sulit diharapkan mampu menghasilkan generasi Rabbani. Hal ini disebabkan penghalang-penghalang dakwah dalam menghadapi dakwah (Islam) selalu bersatu dalam koordinasi yang rapi dan didukung berbagai unsur kekuatan. Di pihak lain, masalah masalah yang akan dihadapi dakwah meliputi seluruh bidang kehidupan, yang menuntut pemecahan bersifat multi disiplin ilmu dan pengalaman. Dan ini hanya terwujud dalam jamaah.

Prinsip harakah yang manhaji menuntut setiap orang yang terlibat dalam dakwah memahami hakikat, sasaran dan tujuan dakwah. Dakwah Islam berbeza dengan seluruh amal lain, semata-mata ditujukan untuk Allah SWT. Tidak ada unsur figuriti, kelompok atau ashabiyah yang lain. Allah berfirman:

Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-kitab, hikmah dan kenabian, lalu ia berkata kepada manusia:

Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyernbah Allah. Akan tetapi (Dia berkata): Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya". (QS.3:79).
Dengan menyadari hakekat ini, insya Allah dakwah akan selalu ada pada jalur yang benar. Namun jika dakwah melaju menuju arah yang salah, akan timbul masalah-masalah yang malah menyusahkan dakwah itu sendiri.

Evaluasi

Tahap ini memerlukan kearifan para muharrik dakwah untuk menilai - dengan jujur - sampai dimana langkah dakwah sekarang ini, apa sahaja fenomena yang timbul, yang mengganggu dan menggembirakan dakwah. Kadang kesibukan dalam arena dakwah menyebabkan banyak muharrik lalai menjalankan proses ini. Padahal, hikmah Allah baru muncul manakala kita mahu kembali menengok kebelakang dan menyedari dengan segala kerendahan din dihadapan Allah akan kesalahan yang telan diperbuat. Forum-forum muhasabah harus selalu dihidupkan. Kritik dan saran yang memang keluar dari hati nurani harus mendapatkan perhatian yang serius. Bukan jamaah yang sihat jika ruang untuk saranan ditutup rapat-rapat. Kerana itu semua dilakukan semata untuk kebaikan dakwah. Abu Hurairah pernah meriwayatkan: "Tidak aku lihat orang yang lebih suka bermusyawarah dengan sahabatnya lebih dari yang Rasulullah kerjakan".

Akhirnya, semuanya kembali kepada Pemilik Dakwah dan Penguasa Alam Semesta akankah dakwah ini memberikan hasilnya ketika kita masih tegar berdiri ataukah ketika kita tengah menanti dalam penantian yang panjang.





Monday, August 11, 2008
Belajar Dari Air




Photobucket
Belajar Dari Air

Kita ini tak ubah seperti air. Air sungai sentiasa mengalir. Jangan sesekali diam kerana air yang tidak mengalir akan menyebabkan bau tak enak dan mengundang perbagai penyakit contohnya ; demam denggi yang berpunca dari pembiakan nyamuk aedes di kawasan air yang bertakung. Begitulah diri kita, apatah lagi yang mengaku dirinya seorang muslim. Kita dituntut untuk sentiasa bergerak (berusaha). Tentu sahaja bergerak di sini bukan hanya mengejar keperluan diri semata-mata.


Tetapi, berfikir dan berbuat untuk orang lain sangat perlu sepert kata Sayyid Qutb : "Siapa yang hanya memikirkan dirinya sendiri, dia akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil, tapi siapa yang mahu memikirkan orang lain, dia akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar."

Sebenarnya keberadaan kita hidup di dunia ini mempunyai makna.. Misalnya kita sebagai lahir dari keluarga yang miskin, kita belajar bersungguh-sungguh sehingga berjaya dan apabila mempunyai kerjaya yang baik dapat mengubah nasib keluarga sekaligus menyumbang kepada ekonomi negara.. Sangat malang jika hidup kita di dunia ini tidak memberi makna kepada masyarakat sekeliling. Lebih malang lagi jika keberadaan kita tidak disukai orang sekeliling kerana menjadi beban kepada orang lain atau penyebab segala masalah seperti pencuri, perompak, pengedar dadah dan sewaktu dengannya. Atau mungkin hadirnya kita hanya sebagai penumpang di atas kehidupan orang lain, tidak sedikit pun memberi sumbangan walhal hal ehwal diri sendiri juga tidak dapat diuruskan kecualilah jika kita golongan orang kurang upaya (OKU), namun golongan OKU sekarang pun sudah ramai yang berjaya seperti manusia normal.

Untuk itulah, kehadiran kita sesungguhnya di dunia ini adalah sejauh mana kita dapat memberi kepada orang lain, kerana inilah rahsia peribadi unggul manusia...sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Persoalannya, apakah kita selalu memberi manfaat kepada orang lain? Baik dari membantunya menyelesaikan masalah atau sekadar mendengar masalah, meringankan bebanan orang seperti membantu orang ketika melihatnya membawa barang yang berat. Atau kita sebenarnya seorang yang suka membebankan orang lain, mencari masalah, atau mengeruhkan hubungan silaturahim? Ingat kita boleh memberikan kesejukan, namun kita juga boleh menyebabkan orang lain kelemasan. Ibarat air hujan, turun sedikit mendinginkan suasana, apabila turun banyak banjir pula yang berlaku.

Seterusnya, kita juga boleh mengamati bahawa air itu selalu menuju ke tempat tertentu. Jika air sungai akan mengalir mengikut alirannya, air hujan juga mengalir ke pelbagai tempat sama ada ke sungai atau laut, menyusup ke dalam bumi atau menjadi air larian permukaan. Kita pun begitu, kehidupan ini perlu mempunyai matlamat yang jelas, tujuan hidup yang jelas, tak sekadar mengalir begitu sahaja.

Dalam hal ini, persoalan mengenai waktu menjadi penting kerana orang yang berjaya, waktunya adalah sebuah sejarah tersendiri. Kita perlu pandai memanfaatkan waktu, bukan sekadar menjadi orang yang berjaya, malah agar kita banyak berbuat atau memberi manfaat kepada orang lain. Oleh sebab itu, sesekali kita perlu pandang belakang, iaitu merenung kembali hidup kita selama 22 tahun, apakah jasa kita kepada keluarga, masyarakat dan negara. Malah terhadap agama islam, adakah kita penyumbang kepada imej islam yang baik atau memburukkan lagi pandangan orang bukan islam terhadap agama islam dengan berpakaian tak cukup kain mengalahkan mereka, atau meninggalkan ajaran islam sehingga orang bukan islam yang mengetahui ajaran sebenar islam keliru mana satu orang islam? Apatah lagi jika kita ditanya di akhirat kelak; apakah kita sudah menunaikan kewajiban kita dalam beramar makruf nahi mungkar? Tepuk dada biar iman berbicara.

Berapa banyak waktu pula yang kita buang untuk menonton televisyen, berjalan ke pasar raya atau bersenang-lenang menghabiskan masa muda. Sementara, seperti kata Imam As-Syahid Hassan Al-Banna ; " kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia". Masihkah kita akan bermalas-malasan, dalam waktu yang sama kita juga mengaku dan berbangga dengan identiti seorang muslim iaitu beragama dengan satu agama yang hanya diterima di sisi Allah. Padahal kita jarang sekali berjuang menyeru kebaikan apatah lagi nak mencegah kemungkaran. Sangat malunya kita kepada Allah SWT ketika kita mengaku pejuang sejati.

*********************************************
Tidak hanya sekadar itu, air juga mempunyai folosofi atau nilai falsafah yang mendalam. Ketika air ditahan atau disekat ia akan terus mencari jalan lain, jalan keluarnya. Semasa disekat itu, kekuatan air juga semakin besar. Contohnya kita lihat air di empangan, apabila air di empangan tersebut mengalir dapat pula mewujudkan kuasa yang besar, tenaga kinetik menjana tenaga hidroelektrik. Di dalam kehidupan seharian kita, banyak persoalan, konflik dan permasalahan yang kita hadapi. Ramai orang yang akan memandang rendah cita-cita dan impian kita.

Namun, apabila kita berfikir positif atas berbagai onak dan duri yang melanda itu terkadang membuat kita semakin dewasa untuk menjalani kehidupan di kemudian hari. Syaratnya, tak usahlah terlalu banyak berkeluh kesah. Yang terpenting adalah tetaplah tegak berdiri, bergerak membawa impian kita, Insya Allah ketika kerja keras sudah kita lakukan, Allah pasti akan membalas dengan hasil kebaikan yang memuaskan bagi kita. Masalah hidup akan senantiasa ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dengan keluh kesah semata, atau bijaksana menghadapinya.

Subhanallah, semoga setelah menuliskan ini saya akan tetap tegar menghadapi variasi seni kehidupan ini. Dan, tentu saja, saya berharap, setelah membaca coretan sederhana ini, Anda juga akan mempunyai semangat hidup yang lebih baik lagi. Salam cinta dan perjuangan…!
Allahu Akbar!!!


...diterjemah, ditambah dan diubahsuai daripada karya asal 'kita ibarat air' Oleh Yon's Revolta-Indonesia...




Ranjau-Ranjau di Perjalanan



Ranjau-Ranjau di Perjalanan

Photobucket


"Saya ingin terus terang menyatakan kepada kamu, bahawa hari ini dakwah kamu ini masih belum dikenali orang ramai. Apabila mereka mengetahui dan memahami matlamat dan tujuan dakwah ini kamu akan menerima permusuhan dan pertarungan yang sengit dari mereka. Kamu akan mendapati di hadapan kamu kesukaran-kesukaran dan kamu akan dihalangi oleh ranjau-ranjau.Hanya pada ketika itulah sahaja kamu baru mula mengikuti jalan para pendukung dakwah... adapun sekarang ini, kamu masih belum dikenali, kamu masih dalam peringkat membuat persediaan untuk dakwah dan bersedia untuk menghadapi perjuangan dan jihad yang dituntut oleh dakwah. Kejahilan umat tentang hakikat Islam akan tegak sebagai rintangan di pertengahan jalan, kamu akan mendapati ahli agama yang terdiri daripada ulamak rasmi akan memandang ganjil pemahaman kamu terhadap Islam dan mengingkari jihad yang kamu lakukan untuk memperjuangkan kefahaman kamu itu. Para pemimpin, ketua-ketua orang yang rindukan kemegahan dan kekuasaan akan menaruh dendam kesumat terhadap kamu. Kesemua bentuk pemerintah akan tegak serentak menghadapi kamu, semua kerajaan akan berusaha membatasi kegiatan kamu dan meletakkan rintangan-rintangan di jalanmu."
 
"Penyamun-penyamun ini akan memasang perangkap dengan apa cara sahaja untuk dapat menentang kamu dan memadamkan sinar dakwah kamu. Dalam usaha-usaha mereka ini mereka akan menggunakan kerajaan-kerajaan yang lemah, akhlak yang rendah dan tangan-tangan yang sentiasa menadah sesuatu dari mereka tetapi melakukan kejahatan dan permusuhan terhadap kamu."

"Kesemua mereka akan menaburkan salah faham dan tuduhan-tuduhan kabur terhadap dakwah kamu dan mereka akan terus berusaha untuk melemparkan tuduhan yang mengatakan bahawa dakwah kamu itu tidak sempurna, tempang dan songsang, sekalipun mereka melemparkan tuduhan-tuduhan itu dengan cara yang paling kotor, menggunakan kekuatan dan kekuasaan mereka, berlaku zalim dengan menggunakan harta kekayaan dan kedudukan mereka.

Firman Allah:

"Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahayanya
sekalipun orang-orang kafir benci." (Ash-Shaff: 8)

"Tidak syak lagi kamu akan mengharung dan menghadapi perkara-perkara tersebut dalam peringkat ujian dan cubaan, kamu akan ditangkap, dipenjara, dibuang daerah, dipindah dan diporak-perandakan. Segala kepentingan-kepentingan kamu akan dirampas, kerja-kerja kamu akan dibekukan dan rumah-rumah kamu akan digeledah. Boleh jadi masa ujian ini kamu lalui dalam satu jangka waktu yang panjang.

Firman Allah:

'Apakah manusia itu menjangka bahawa mereka dibiarkan (sahaja) mengatakan: "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji." (Al-Ankabut: 2)

"Tetapi ingatlah bahawa setelah ujian-ujian ini Allah telah menjanjikan akan memberikan pertolongan kepada para mujahidin dan ganjaran bagi mereka yang beramal dan berbuat baik.

Firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan satu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih, (iaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kamu, itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahuinya, nescava Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga `Adnin. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) kurnia yang lain yang kamu sukai (iaitu) pertolongan daripada Allah dan kemenangan yang hampir (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Para pengikutnya yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir. Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang." (Ash-Shaff: 10-14)

"Tidakkah kamu akan tetap pendirian untuk menjadi ansarullah?"








Menyucikan Jiwa Dengan Solat






Photobucket

Menyucikan Jiwa Dengan Solat


Shalat, kata Sa'id Hawwa, adalah sarana terbesar dalam tazkiyatun nafs (menyucikan jiwa). Pada waktu yang sama merupakan bukti dan ukuran dalam tazkiyah. Shalat adalah sarana dan sekaligus tujuan. Ia mempertajam makna ubudiyah, tauhid, dan syukur.

Shalat adalah zikir, gerakan berdiri, ruku, sujud, dan duduk. Penegakannya dapat memusnahkan bibit-bibit kesombongan dan pembangkangan kepada Allah, di samping merupakan pengakuan terhadap rubbubiyah dan hak pengaturan. Penegakannya secara sempurna juga akan dapat memusnahkan bibit-bibit ujub dan ghurur, bahkan semua bentuk kemungkaran dan kekejian. "Sesungguhnya shalat dapat mencegah kekejian dan kemungkaran." (Al-Ankabut 29).

Shalat akan berfungsi sedemikian rupa apabila ditegakkan dengan semua rukun, syarat, dan sunahnya. Secara lahir, kita menunaikannya secara sempurna dengan anggota badan. Secara batin, kita khusyuk dalam melaksanakannya.

Khusyuk itulah yang menjadikan shalat punya peran yang lebih besar dalam thahhir (penyucian), peran yang lebih besar dalam tahaqquq dan takhalluq (merealisasikan nilai-nilai dan sifat-sifat yang mulia). Tazkiyatin nafs berkisar seputar hal ini.

Amalan shalat yang bersifat lahiriah, kita melihat, masih dilaksanakan dengan baik oleh orang Muslim yang hidup di lingkungan Islam. Tetapi, apakah kita khusyuk melaksanakannya, masih menjadi tanda tanya besar. Nabi saw. bersabda, "Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi adalah kekhusyukan." (HR Thabrani). Padahal, khusyuk merupakan tanda pertama orang-orang beruntung (Al-Mu'minun 1-2). Orang-orang khusyuk adalah orang-orang yang berhak mendapat kabar gembira dari Allah SWT. (Al-Hajj:34-35).

Demikian pentingnya kedudukan khusyuk, hingga ketidakberadaannya berarti rusaknya hati dan keadaan. Baik dan rusaknya hati tergantung kepada ada dan tidaknya khusyuk ini. Sesungguhnya khusyuk merupakan manifestasi tertinggi dari sehatnya hati.

Jika khusyuk telah sirna berarti hati telah rusak. Bila khusyuk tidak ada berarti hati telah didominasi berbagai penyakit yang berbahaya dan keadaan yang buruk, seperti cinta dunia dan persaingan untuk mendapatkannya. Bila hati telah didominasi berbagai penyakit, maka kecenderungan kepada akhirat akan hilang. Bila hati telah sakit maka sumber-smber kebaikan bagi kaum Muslimin pun hilang. Cinta dunia menimbulkan persaingan untuk mendapatkannya, sedangkan persaingan terhadap dunia tidak layak menjadi landasan tegaknya urusan dunia dan agama.

Hilangnya khusyuk pertanda hilangnya kehidupan. Dia sulit menjadi penerima nasihat dan didominasi oleh hawa nafsu. Bayangkan, tatkala hawa nafsu mendominasi hati, segala nasihat dan peringatan tak lagi bermanfaat, maka berbagai syahwat pun merajalela. Dan terjadilah perebutan kedudukan, kekuasaan, harta, dan nafsu syahwat. Bila hal-hal ini mendominasi kehidupan, maka tidak akan terwujud kebaikan dunia maupun agama.

Khusyuk adalah ilmu sebagaimana ditegaskan hadis Nabi Saw. Ilmu ini tidak banyak yang mengetahuinya. Bila Anda telah menemukan orang khusyuk yang bisa mengantarkan Anda kepadanya. maka berpegang teguhlah kepadanya. Orang berilmu itulah tanda ulama akhirat.

Sesungguhnya ilmu khusyuk berkaitan dengan ilmu penyucian hati dari berbagai penyakit dan upaya merealisasikan kesehatan. Masalah ini merupakan tema yang amat luas sehingga para ulama akhirat memulainya dengan mengajarkan zikir dan hikmah kepada orang yang berjalan menuju Allah sampai hatinya hidup. Bila hati telah hidup berarti mereka telah membersihkan dari berbagai sifat yang tercela dan mengantarkannya kepada sifat-sifat terpuji. Di sinilah perlunya membiasakan hati khusyuk melalui kehadiran bersama Allah dan merenungkan berbagai nilai kehidupan.

Resepi Al-Ghazali
Khusyuk dalam shalat merupakan ukuran dan tanda kekhusyukan hati. Bagaimana khusyuk dihadirkan? Al-Ghazali menawarkan resep berikut. Lahiriah perintah, kata Al-Ghazali, adalah wajib, sedangkan lalai adalah lawan ingat. Yang lalai dalam semua shalatnya, bagaimana mungkin dia bisa mendirikan shalat untuk mengingat-Nya?

Kehadiran hati adalah ruh shalat. Minimum saat mulai takbiratul ihram. Kurang dari ini adalah kebinasaan. Semakin bertambah kehadiran hati, semakin bertambah pula ruh tersebut ada dalam bagian-bagian shalat. Berapa banyak orang hidup tapi tidak punya daya gerak hingga seperti mayit. Demikian pula orang yang lalai dalam seluruh pelaksanan shalat kecuali pada waktu takbiratul ihram. Seperti orang hidup yang tidak punya daya gerak sama sekali.

Ketahuilah, kata Al-Ghazali, makna batin memiliki banyak ungkapan tetapi seluruhnya terangkum dalam enam kalimat. Yaitu: kehadiran hati, tafahhum, takzim, haibah, raja'da haya'. Kehadiran hati ialah mengosongkan hati dari hal-hal yang tidak perlu hingga dia senantiasa sadar, tidak berpikiran liar. Tafahhum adalah paham terhadap makna. Takzim itu rasa hormat. Haibah adalah rasa takut yang bersumber dari rasa hormat. Raja' adalah pengharapan dan haya adalah rasa malu.

Faktor penyebab kehadiran hati adalah himmah atau perhatian utama. Tafahhum berasal dari kebiasan berpikir untuk mengetahui makna. Takzim lahir dari dua makrifat (terhadap kemuliaan dan keagungan Allah dan terhadap kehinaan dan kefanaan dirinya). Haibah datang dari makrifat akan kekuasaan Allah, hukuman-Nya, pengaruh kehendak-Nya. Penyebab timbulnya raja' adalah kelembutan Allah, kedermawanan-Nya, keluasaan nikmat-Nya, keindahan ciptaan-Nya, dan pengetahuan akan kebenaran janji-Nya. Sedang haya' muncul melalui perasaan serbakurang sempurna dalam beribadah dan pengetahuannya akan ketidakmampuan menunaikan hak-hak Allah.

Berdasarkan itu, manusia terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, orang lalai yang mendirikan shalat, tetapi hatinya tidak hadir sama sekali. Orang yang mendirikan shalat dengan hati tak pernah lalai sama sekali. Ketiga orang lalai yang tidak mendirikan shalat.

Yang terbaik adalah tipe kedua. Dia tidak pernah lalai dalam shalat dan selalu menghidupkan hatinya. Dia bisa sangat konsentrasi sehingga tidak merasakan apa yang tengah terjadi di sekelilingnya. Bahkan sebagian orang wajahnya pucat dan dadanya berguncang karena takut. Ini tak mustahil dicapai manusia. Apalagi banyak orang mengalami hal serupa karena takut pada raja dunia.

Jika kita termasuk orang yang menginginkan akhirat, hendaknya tidak melalaikan berbagai peringatan yang terdapat dalam syarat-syarat dan rukun-rukun shalat. Syarat-syarat yang mendahului shalat adalah azan, bersuci, menutup aurat, menghadap kiblat, berdiri tegak lurus dan niat.

Ketika mendengar seruan muazin hadirkanlah dalam hati gambaran dahsyatnya seruan hari kiamat dan bersegeralah dengan lahir dan batin untuk segera memenuhinya. Orang-orang yang bersegera memenuhi seruan ini adalah orang-orang yang dipangil dengan penuh lemah lembut pada hari 'pergelaran akbar'. Arahkan hati kepada seruan ini. ''Jika kita bisa mendapatinya dengan penuh kegembiraan, kesenangan, selalu berkeinginan untuk memulainya, maka ketahuilah rasa khusyuk akan datang kepadamu,'' kata Said Hawwa dalam buku Tazkiyatun Nafs. (Menyucikan Jiwa).




Inilah Dakwah



Inilah Dakwah



 Dan kau lemah???
Jangan, Bangkitlah!!!
Belum seluruh harta kau infakkan seperti Abu Bakar.
Belum seberani Ali bin Abi Tholib
yang menggantikan jasad Rasulullah saw ketika beliau dikejar-kejar musuh-musuh Allah.
Belum setangkas Khalid bin Walid
yang senantiasa bergegas menyambut seruan jihad di medan laga.
Beginilah Dakwah.
Dan kau lelah???
Tidak. Semangatlah!!!
Sebab perhentian kita bukan di dunia.
Jika kau lelah
berhentilah.
Tapi tidak berlama-lama.
Tapi tidak berleha-leha.
Sebab kewajiban kita lebih lebih banyak dari waktu yang tersedia.
Sebab panji-panji itu telah terbai’at dari jiwa yang setia.
Sebab engkaulah singa yang siangnya berjihad tak kenal lelah.
Sebab engkaulah rahib yang malamnya padat dengan munajat.
Sebab engkaulah Abu Bakar itu!
Engkaulah Khalid bin Walid!
Engkaulah Shalahudin Al-Ayyubi!
Engkaulah Yahya Ayyash,
imad Aqil, Muhammad Farahat,
dan jutaan pahlawan Al-Islam!!!
Jika kau lelah dalam dakwah…
Berhentilah,
sebentar, sejenak saja,
Berhenti untuk menjari kekuatan diri.
Berhenti untuk menata ulang
segala fikir, langkah dan hati.
Dan setelah kuat itu terhimpun, bangun segera!!!
Bangkitlah untuk kembali ke medan yang nyata.
Lawan nafsumu,
bakar ghirahmu!
Dan songsonglah jayanya cahaya islammu,
Atau kita buat janji untuk bersama berjumpa di syurga,
Melalui syahid di jalan-Nya!
ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!



Previous Page Next Page