"Allahu Ghayatuna, Ar-Rasul Qudwatuna, Al-Qur'an Dusturuna, Al-Jihadu Sabiluna, Al-Mautu Fi Sabilillah Asmaamalina" "ALLAH adalah TUJUAN kami, RASUL 4JJ1 TLADAN kami, AL-QUR'AN PEDOMAN HIDUP kami, JIHAD adalah JALAN JUANG kami, MATI di JALAN ALLAH adalah CITA-CITA Tertinggi kami""Allahu Ghayatuna, Ar-Rasul Qudwatuna, Al-Qur'an Dusturuna, Al-Jihadu Sabiluna, Al-Mautu Fi Sabilillah Asmaamalina" "ALLAH adalah TUJUAN kami, RASUL 4JJ1 TLADAN kami, AL-QUR'AN PEDOMAN HIDUP kami, JIHAD adalah JALAN JUANG kami, MATI di JALAN ALLAH adalah CITA-CITA Tertinggi kami"




TARBIYYAH BUKANLAH SEGALA-GALANYA, TAPI SEGALA-GALANYA SIA-SIA TANPA TARBIYYAH,,,,,,,,,,,,, TARBIYYAH BUKANLAH SEGALA-GALANYA, TAPI SEGALA-GALANYA SIA-SIA TANPA TARBIYYAH




'mas' FAHRI'
Male
kaNgAQ@KUalA LumPUq@jeLAtEk


OUR OFFICIAL WEBSITE

- www.halaqah-online.com -
"DEMI ALLAH, DEMI JIWAKU YANG BERADA DALAM GENGGAMANNYA, AKU BERJANJI AKANKU RAMPAS KEMBALI HIKMAH YANG TELAH HILANG DARI TANGAN UMMAT ISLAM BIAR MATI SEBAGAI TUKARANNYA!!!!" - "mas FAHRI"
"kAmI daTAng DeNgAN sekEloMpOK MaNUsiA yg MEnCintAi KEMATIAN! seBaGaiMna KaLiaN mENcIntAI KehIDuPAn -intifadhah begin! (9:111)

YAHOO MESENGGER (YM) masFAHRI : akh_id

   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Pautan




..::TENTANG "mas FAHRI"::..





@SELAMAT DATANG KE friendster ANA@

friendster

MASUK DI SINI







> aNAk sOLeH <

17:23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia - AL-ISRA'





29:8. Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang
ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. al-ankabut



31:14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu - luqman

Visitor Map
Create your own visitor map!



Ukhwah.com :: Top Blog

..::HALAWATUL IMAN::..



..::..::BOIKOT YAHUDI LA'NATULLAH SAMPAI MATI::..
..::lets support!!! campaign BOYCOTT ISRAEL::..
..::ISRAEL IS NOT REAL::..::..







-PEJUANG CILIK ASPIRASI HATI-
PENGUBAT HATI MUJAHID SEPI-
-TITIK MUSAHABAH DIMANA DIRI-
-ANTARA DIRI DENGAN YG MASIH TIDAK MENGERTI-
Photobucket - Video and Image Hosting


-mujahidah sejati tidak takut mati-
-ALLAH sentiasa dihati-
-SYAHID adalah destinasi-
Photobucket - Video and Image Hosting



Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

-BOIKOT YAHUDI LA'NATULLAH SAMPAI MATI- http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.html



..::KUTINGGALKAN PADAMU 2 PERKARA..........AL-QURAN DAN SUNNAHKU::..



Search in the Hadith
Search: in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com
Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com


..:: 4JJ1 TUJUAN KAMI ::..


Photobucket - Video and Image Hosting



..::BLOGGERS::..


|+| GENG'S ONLINE |+|

:: Abirissabeel
:: Abuhandzalah
:: Akhi Masrawi
:: Akmalhamdy
:: Al Falah
:: Aljoofre
:: Aljantanie
:: Alkhakimiy
:: Allayyinah
:: Alip
:: Along
:: Amri
:: Ana Muslimah
:: Angah Komputer
:: Anjang Dahar
:: Aqustatic
:: Azmansyah
:: AswatalIslam
:: Bait Nujum
:: Bandar Sepi
:: Cik Lin
:: Dalina
:: Dr Kadir
:: Elmafraqi
:: Elzahra
:: Faezahherda
:: Fikrahmadani
:: Fungkurs
:: Gild
:: Grapesnasyid
:: Harapan-Online
:: Ijad
:: Ikhwan
:: Islamforever
:: Kasih Kekasih
:: Kasut Terbang
:: Kay
:: Kema
:: Klasik Kalbu
:: Lempengku
:: Lobam
:: Masterpyan
:: Mastika
:: Mediamuslim
:: Mrshai
:: Mueez
:: Munawwarah
:: Musafir Malam
:: Muslimat IPIJ
:: My Student
:: Nailofar
:: Nasyid2u
:: Nianarmands
:: Nureeman
:: Nurulnaim
:: Omar
:: Omker
:: Osnamila
:: Pakdi
:: Poestamz
:: Pujangga
:: Pumkelantan
:: Purnama
:: Rahsia Hati
:: Razman
:: Riyadhussalihin
:: Ruhi
:: Salafian
:: SerikandiIslam
:: Serojadesa
:: Shaira
:: Sin Kai
:: Soal Hati
:: Sokai
:: Suhbah
:: Syahiditusuci
:: Syazana
:: Sysalha
:: Thurayya
:: Toek's
:: Ummu Nufayl
:: Usratiy Mahbubah
:: Ustaz Nasrudin
:: Wacky
:: Wak
:: Wan-Z
:: Wan-Zu
:: Widzgeek
:: Wnshima
:: Yasmin
:: Zikri
:: Zulnasri
:: Zulkiplyharun
:: Zunnurain



..::ASMA' AL-HUSNA::..


Photobucket - Video and Image Hosting





..::demi masa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian .....::..





..::4JJI GHAYATUNA::..



Image hosting by Photobucket







BAPE ORANG DAH LAWAT
Tuhanku, Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu Lembar demi lembar kitab kupelajari Untai demi untai kata para ustadz kuresapi Tentang cinta para nabi Tentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufi Tentang kerinduan para syuhada Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan Tapi Rabbii, Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu Aku makin merasakan gelisahku membadai Dalam cita yang mengawang Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan Wahai Ilahi, Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu: Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku Ilaahi, Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii, Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makananmakanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. Yaa, Maha Rahmaan, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Yaa Rahiim Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...



AnTarA AkSi MaT RemPIt Alaf Baru Huhuh


Photobucket - Video and Image Hosting
-BUANGKANLAH YANG HARAM AMBILLAH YANG HALAL-

Photobucket - Video and Image Hosting




Al-Quran
Rujukan Al-Quran dari Pimpinan Ar-Rahman/English Translation


Mastika Hadith

Himpunan hadith dari
Mastika Hadith


e-Fatwa

Himpunan Fatwa Di
Seluruh Malaysia


Kemusykilan Agama

Rujukan & Pertanyaan Agama

Portal Halal
Rujukan Rasmi
Sijil Halal JAKIM.


Khutbah On-Line

Koleksi Khutbah Oleh JAKIM


Aduan Awam

Aduan Mengenai
Perkhidmatan JAKIM


e-Hadith

Koleksi Hadith
Harian JAKIM


Iqra'

Koleksi Buku-Buku
JAKIM


..::-SPECIAL FROM IKHWAH TO IKHWAH-::..


























..::siraman nurani::..


ust IR H TIFATUL SEMBIRING




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, January 20, 2009
RUMAH BARU! . www.masfahri.blogspot.com

masfahri sudah berpindah kerumah yang baru! , JOM ZIARAH!


 http://masfahri.blogspot.com/

Sunday, January 18, 2009
JAKET HAMAS UNTUK DIJUAL!

JAKET HAMAS UNTUK DIJUAL!



SETIAP PEMBELIAN KALIAN AKAN DISUMBANGKAN RM5 UNTUK TABUNG PALESTIN





JAKET HAMAS-PALESTIN

RM 60





JAKET HAMAS-INTIFADHAH

RM 75


BERMINAT SILA MESEJ SAYA (019-4490238) @ e-mel ke akh_id@yahoo.com - masFAHRI

NAMA

ALAMAT

SAIZ BAJU



 (HARGA TERMASUK PENGHANTARAN POS)


Saturday, January 17, 2009
Genjatan senjata ala ISRAEL SYAITAN LA'NATULLAH!

GENJATAN SENJATA ALA SYAITAN


A Palestinian shouts in front of a body of a Palestinian woman killed during Israel's offensive in Gaza City January 18, 2009. Hamas announced an immediate ceasefire by its fighters and allied groups in the Gaza Strip on Sunday, senior Hamas official Ayman Taha said, adding that the Islamists gave Israel a week to pull out its troops.      REUTERS/Mohammed Salem (GAZA)

A Palestinian shouts in front of a body of a Palestinian woman killed during Israel's offensive in Gaza City January 18, 2009. Hamas announced an immediate ceasefire by its fighters and allied groups in the Gaza Strip on Sunday, senior Hamas official Ayman Taha said, adding that the Islamists gave Israel a week to pull out its troops. REUTERS/Mohammed Salem (GAZA)

A body of a Palestinian girl from the Samoni family, killed on January 5, 2009,  during the Israeli army operation in Gaza, is evacuated from the rubble of the family home in Gaza City, Sunday, Jan. 18, 2009.  Israeli troops in the Gaza Strip were ordered to hold their fire early Sunday after Israel announced a unilateral cease-fire meant to end three devastating weeks of conflict against militants. (AP Photo/Khalil Hamra)

A body of a Palestinian girl from the Samoni family, killed on January 5, 2009, during the Israeli army operation in Gaza, is evacuated from the rubble of the family home in Gaza City, Sunday, Jan. 18, 2009. Israeli troops in the Gaza Strip were ordered to hold their fire early Sunday after Israel announced a unilateral cease-fire meant to end three devastating weeks of conflict against militants. (AP Photo/Khalil Hamra)

Palestinians react next to a body of a member of the Samoni family killed on January 5, 2009 during the Israeli army operation in Gaza, still trapped under the rubble of the family house in Gaza City, Sunday, Jan. 18, 2009. Israeli troops in the Gaza Strip were ordered to hold their fire early Sunday after Israel announced a unilateral cease-fire meant to end three devastating weeks of war against militants who have terrorized southern Israel with rocket barrages. (AP Photo/Khalil Hamra)

Palestinians react next to a body of a member of the Samoni family killed on January 5, 2009 during the Israeli army operation in Gaza, still trapped under the rubble of the family house in Gaza City, Sunday, Jan. 18, 2009. Israeli troops in the Gaza Strip were ordered to hold their fire early Sunday after Israel announced a unilateral cease-fire meant to end three devastating weeks of wars. (AP Photo/Khalil Hamra)

95 mayat ditemui dalam runtuhan Gaza sejak gencatan senjata

BANDARAYA GAZA: Pasukan perubatan Palestin sehingga kini mengeluarkan 95 mayat dari runtuhan bangunan di Gaza selepas Israel mengumumkan gencatan senjata.

Kebanyakan mayat ditemui di bandar Jabaliya dan Beit Lahiya di utara Gaza serta kawasan Zeitun di barat daya Bandaraya Gaza, kata Ketua Perkhidmatan Kecemasan Gaza, Dr Muawiya Hassanein.

Ketiga-tiga lokasi itu adalah antara medan pertempuran paling sengit di antara askar Israel dan pejuang Palestin.

Penemuan itu menjadikan angka korban rakyat Palestin menjangkau 1,300 orang sejak Israel melancarkan serangan ganas pada 27 Disember lalu.

Sementara itu, di VATICAN CITY, Pope Benedict mengutuk keganasan di Gaza yang membunuh ratusan "mangsa tidak bersalah".

Berucap pada majlis doa mingguan hari ini, beliau meminta pendengar di St Peter's Square dan seluruh dunia berdoa untuk kejayaan usaha "menghentikan tragedi" itu dan mencapai keamanan yang berkekalan.


ATAS : WAJAH-WAJAH SYAITAN DUNIA . LAHANAT DAN TERKUTUK, MOGA MEREKA CEPAT KE NERAKA!


SYAITAN - SYAITAN

Israeli soldiers hold the Israeli flag and make the V sign after exiting Gaza on January 18, 2009 on the Israel-Gaza border. Israel held its fire in Gaza Sunday after declaring a unilateral ceasefire in its 22-day onslaught which has killed more than 1,200 Palestinians and levelled vast swathes of the Hamas-run enclave. AFP PHOTO/DMITRY KOSTYUKOV  (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Israeli soldiers hold the Israeli flag and make the V sign after exiting Gaza on January 18, 2009 on the Israel-Gaza border. Israel held its fire in Gaza Sunday after declaring a unilateral ceasefire in its 22-day onslaught which has killed more than 1,200 Palestinians and levelled vast swathes of the Hamas-run enclave. AFP PHOTO/DMITRY KOSTYUKOV (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Israeli soldiers cross back into Israel in the early morning after operating in the Gaza Strip January 18, 2009. Israel halted its 22-day-old Gaza offensive at 2 a.m. (0000 GMT), saying it had achieved all its objectives but that a troop withdrawal was contingent on Hamas ceasing its fire completely.  REUTERS/Jerry Lampen (ISRAEL)

Israeli soldiers cross back into Israel in the early morning after operating in the Gaza Strip January 18, 2009. Israel halted its 22-day-old Gaza offensive at 2 a.m. (0000 GMT), saying it had achieved all its objectives but that a troop withdrawal was contingent on Hamas ceasing its fire completely. REUTERS/Jerry Lampen (ISRAEL)

Israeli soldiers carry their bag as leave after exiting Gaza on  January 18, 2009 on the Israel-Gaza border. Israel held its fire in Gaza Sunday after declaring a unilateral ceasefire in its 22-day onslaught which has killed more than 1,200 Palestinians and levelled vast swathes of the Hamas-run enclave. AFP PHOTO / YOAV LEMMER (Photo credit should read YOAV LEMMER/AFP/Getty Images)

Israeli soldiers carry their bag as leave after exiting Gaza on January 18, 2009 on the Israel-Gaza border. Israel held its fire in Gaza Sunday after declaring a unilateral ceasefire in its 22-day onslaught which has killed more than 1,200 Palestinians and levelled vast swathes of the Hamas-run enclave. AFP PHOTO / YOAV LEMMER (Photo credit should read YOAV LEMMER/AFP/Getty Images)

Tentera beruk Israel bergembira selepas membunuh ramai umat islam di Gaza...Israeli soldiers rest near the Israel-Gaza border after returning the Gaza Strip on January 18, 2009. Israel and Palestinian fighters exchanged their first shots in Gaza today, puncturing a tenuous ceasefire after the Jewish state halted a deadly war on the Hamas rulers of the enclave.  AFP PHOTO / DMITRY KOSTYUKOV  (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Tentera beruk Israel bergembira selepas membunuh ramai umat islam di Gaza...Israeli soldiers rest near the Israel-Gaza border after returning the Gaza Strip on January 18, 2009. Israel and Palestinian fighters exchanged their first shots in Gaza today, puncturing a tenuous ceasefire after the Jewish state halted a deadly war on the Hamas rulers of the enclave. AFP PHOTO / DMITRY KOSTYUKOV (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Israeli soldiers pray near the Israel-Gaza border after returning from the Gaza Strip on January 18, 2009. Israel and Palestinian fighters exchanged their first shots in Gaza today, puncturing a tenuous ceasefire after the Jewish state halted a deadly war on the Hamas rulers of the enclave.  AFP PHOTO/DMITRY KOSTYUKOV  (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Israeli soldiers pray near the Israel-Gaza border after returning from the Gaza Strip on January 18, 2009. Israel and Palestinian fighters exchanged their first shots in Gaza today, puncturing a tenuous ceasefire after the Jewish state halted a deadly war on the Hamas rulers of the enclave. AFP PHOTO/DMITRY KOSTYUKOV (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Tentera Beruk israel tengah baca kitab apa tak tahu...An Israeli soldier prays near the Israel-Gaza border after returning from the Gaza Strip on January 18, 2009. Israel and Palestinian fighters exchanged their first shots in Gaza today, puncturing a tenuous ceasefire after the Jewish state halted a deadly war on the Hamas rulers of the enclave.  AFP PHOTO/DMITRY KOSTYUKOV  (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Tentera Beruk israel tengah baca kitab apa tak tahu...An Israeli soldier prays near the Israel-Gaza border after returning from the Gaza Strip on January 18, 2009. Israel and Palestinian fighters exchanged their first shots in Gaza today, puncturing a tenuous ceasefire after the Jewish state halted a deadly war on the Hamas rulers of the enclave. AFP PHOTO/DMITRY KOSTYUKOV (Photo credit should read DMITRY KOSTYUKOV/AFP/Getty Images)

Palestinian people retrun to their homes in Beit Lahia, northern Gaza Strip on January 18, 2009. A nervous peace reigned in Gaza early Sunday amid reports of sporadic gunfire in the coastal strip after Israel unilaterally halted a war on Hamas but said its troops would remain in the battered enclave for the time being. More than six hours after Israel's ceasefire went into effect at 2.00 am (0000 GMT) on Sunday, no air raids or major clashes were reported in the Palestinian territory, witnesses and the army said. AFP PHOTO / MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

Palestinian people retrun to their homes in Beit Lahia, northern Gaza Strip on January 18, 2009. A nervous peace reigned in Gaza early Sunday amid reports of sporadic gunfire in the coastal strip after Israel unilaterally halted a war on Hamas but said its troops would remain in the battered enclave for the time being. More than six hours after Israel's ceasefire went into effect at 2.00 am (0000 GMT) on Sunday, no air raids or major clashes were reported in the Palestinian territory, witnesses and the army said. AFP PHOTO / MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

A Palestinian woman shouts in front of her house destroyed during Israel's offensive in Jabalya in the northern Gaza Strip January 18, 2009.  Palestinian militants in the Gaza Strip launched rockets into southern Israel on Sunday in defiance of the unilateral ceasefire that Israel declared hours earlier and which Hamas pledged to ignore. REUTERS/Suhaib Salem (GAZA)

A Palestinian woman shouts in front of her house destroyed during Israel's offensive in Jabalya in the northern Gaza Strip January 18, 2009. Palestinian militants in the Gaza Strip launched rockets into southern Israel on Sunday in defiance of the unilateral ceasefire that Israel declared hours earlier and which Hamas pledged to ignore. REUTERS/Suhaib Salem (GAZA)

Palestinian families search the rubble of destroyed houses after returning to their homes near the Rafah border in the southern Gaza Strip on January 18, 2009. Israeli troops and Palestinian fighters exchanged their first shots on Sunday in Gaza, where dozens of bodies were pulled from the rubble after Israel ended a deadly war on Hamas. As Israeli air strikes and militant rocket fire punctured the tenuous truce in the territory, Prime Minister Ehud Olmert warned the unilateral ceasefire Israel had begun hours earlier was fragile and was being constantly reassessed. AFP PHOTO / SAID KHATIB (Photo credit should read SAID KHATIB/AFP/Getty Images)

Palestinian families search the rubble of destroyed houses after returning to their homes near the Rafah border in the southern Gaza Strip on January 18, 2009. Israeli troops and Palestinian fighters exchanged their first shots on Sunday in Gaza, where dozens of bodies were pulled from the rubble after Israel ended a deadly war on Hamas. As Israeli air strikes and fighter rocket fire punctured the tenuous truce in the territory, Prime Minister Ehud Olmert warned the unilateral ceasefire Israel had begun hours earlier was fragile and was being constantly reassessed. AFP PHOTO / SAID KHATIB (Photo credit should read SAID KHATIB/AFP/Getty Images)

Palestinian men carry bodies found in the rubble of destroyed buildings to the hospital in Beit Lahia on the northern Gaza Strip on January 18, 2009. A nervous peace reigned in Gaza early Sunday amid reports of sporadic gunfire in the coastal strip after Israel unilaterally halted a war on Hamas but said its troops would remain in the battered enclave for the time being.  AFP PHOTO / MAHMUD HAMS  (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

Palestinian men carry bodies found in the rubble of destroyed buildings to the hospital in Beit Lahia on the northern Gaza Strip on January 18, 2009. A nervous peace reigned in Gaza early Sunday amid reports of sporadic gunfire in the coastal strip after Israel unilaterally halted a war on Hamas but said its troops would remain in the battered enclave for the time being. AFP PHOTO / MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

Hamas leader in Lebanon Osama Hamdan (L) attends a swearing-in ceremony for new Hezbollah "Fighters for Gaza" in the southern Lebanese town of Qana on January 18, 2009. Hamdan reiterated in an interview with Al-Jazeera television today Hamas's warning that despite a ceasefire it would not accept the presence of a single Israeli soldier in Gaza. AFP PHOTO/STR (Photo credit should read -/AFP/Getty Images)

Hamas leader in Lebanon Osama Hamdan (L) attends a swearing-in ceremony for new Hezbollah "Fighters for Gaza" in the southern Lebanese town of Qana on January 18, 2009. Hamdan reiterated in an interview with Al-Jazeera television today Hamas's warning that despite a ceasefire it would not accept the presence of a single Israeli soldier in Gaza. AFP PHOTO/STR (Photo credit should read -/AFP/Getty Images)

Trails of smoke are seen after the launch of rockets from the northern Gaza Strip towards Israel January 18, 2009. Palestinian militants in the Gaza Strip launched rockets into southern Israel on Sunday in defiance of the unilateral ceasefire that Israel declared hours earlier. REUTERS/Baz Ratner (GAZA)

Trails of smoke are seen after the launch of rockets from the northern Gaza Strip towards Israel January 18, 2009. Palestinian fighters in the Gaza Strip launched rockets into southern Israel on Sunday in defiance of the unilateral ceasefire that Israel declared hours earlier. REUTERS/Baz Ratner (GAZA)

Trails of smoke are seen after the launch of rockets from the northern Gaza Strip towards Israel January 18, 2009. Palestinian militants in the Gaza Strip launched rockets into southern Israel on Sunday in defiance of the unilateral ceasefire that Israel declared hours earlier. REUTERS/Baz Ratner (GAZA)

Trails of smoke are seen after the launch of rockets from the northern Gaza Strip towards Israel January 18, 2009. Palestinian fighters in the Gaza Strip launched rockets into southern Israel on Sunday in defiance of the unilateral ceasefire that Israel declared hours earlier. REUTERS/Baz Ratner (GAZA)

Palestinian families return to their homes in Beit Lahia, northern Gaza Strip on January 18, 2009. A nervous peace reigned in Gaza early Sunday amid reports of sporadic gunfire in the coastal strip after Israel unilaterally halted a war on Hamas but said its troops would remain in the battered enclave for the time being. More than six hours after Israel's ceasefire went into effect at 2.00 am (0000 GMT) on Sunday, no air raids or major clashes were reported in the Palestinian territory, witnesses and the army said. AFP PHOTO / MOHAMMED ABED  (Photo credit should read MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images)

Palestinian families return to their homes in Beit Lahia, northern Gaza Strip on January 18, 2009. A nervous peace reigned in Gaza early Sunday amid reports of sporadic gunfire in the coastal strip after Israel unilaterally halted a war on Hamas but said its troops would remain in the battered enclave for the time being. More than six hours after Israel's ceasefire went into effect at 2.00 am (0000 GMT) on Sunday, no air raids or major clashes were reported in the Palestinian territory, witnesses and the army said. AFP PHOTO / MOHAMMED ABED (Photo credit should read MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images)

Israel umum genjatan senjata di Gaza

Setelah 22 hari Menyerang Gaza  dan membunuh 1200 rakyat Palestin

JERUSALEM 18 Jan. - Israel telah melaksanakan genjatan senjata awal pagi ini selepas 22 hari melancarkan serangan yang menyebabkan kemusnahan jirannya, Gaza dalam usaha menentang pejuang Islam Hamas.

Bagaimanapun tentera Israel masih berada di wilayah Palestin itu dan Hamas pula akan tetap menentang sehinggalah mereka meninggalkan Gaza.

Ketika mengumumkan genjatan senjata itu dibuat lewat malam tadi, Perdana Menteri Ehud Olmert berkata Israel telah mencapai sasarannya malah lebih dari itu.


Thursday, January 15, 2009
As-Syahid Syaikh Said Shiam, 50 tahun berjuang melindungi rakyat Palestin.

Subahanallah, inilah kualiti untuk beada disisi ALLAH dan RASULNYA, kita? apa yang telah kita perbuat untuk islam? AYUH! TINGKATKAN IBADAH KITA, JIHAD DAN DAKWAH KITA TERUS KITA PACU HINGGA TIADA APA LAGI UNTUK KITA BERI PADA ALLAH, MASA, JIWA, NYAWA , HARTA KITA serahkan seluruhnya kepada ALLAH!


Jumaat ,16/01/2009 - Menteri Dalam negeri Palestin, pimpinan Ismael Haneya, Syaikh Said Shiam syahid bersama anak dan enam saudaranya digempur F16 Israel petang semalam (15/1). Ketika itu, beliau sedang berada di rumah saudaranya di Yarmuk Gaza City. Paling kurang tiga sanak saudara dan 30 yang lain meninggal dalam peristiwa tersebut.
Setengah Abad Berjuang dan Berkorban
50 tahun beliau berjuang dalam ketaatan pada Allah. Hidupnya dipenuhi pengabdian dan pengorbanan, berjihad dan berjuang serta membela nasib rakyat Palestin.
Syaikh Shiam lahir pada 22/7/1959 di kem tentera Shati Gaza, bahagian barat kota Gaza. Silsilah keluarganya berasal dari marga Jaurah dekat Eskelon, wilayah Palestin jajahan 48. Beliau merupakan lulusan diploma matematik dari Darul Mualimin Ramallah pada tahun 1980. Kemudian melanjutkan pelajarann di peringkat ijazah dalam bidang pendidikan Islam dari Universiti Al-Quds(tahun 2000).
Seorang Guru yang Soleh
As-Syahid pernah bekerja sebagai pengajar di beberapa sekolah dan badan bantuan sosial antarabangsa di Gaza dari tahun 1980 hingga tahun 2003. Kemudian beliau keluar dari badan tersebut kerana desakan akibat keterlibatanya dengan gerakan Hamas. Lalu beliau menjadi imam dan khatib sukarela di masjid Yarmuk Kota Gaza. BeliaU juga berperanan menjadi penasihat dan khatib di beberapa masjid di Semenanjung Gaza.
Syaikh Shiam bergabung dengan Jawatankuasa Rekonsiliasi yang dibentuk Syaikh As-Syahid Ahmad Yasin untuk menyelesaikan pertentangan antara pelbagai kumpulan pejuang Palestin sejak intifadhah pertama yang dikenal dengan “Intifadhah Masjid”. Beliau berkahwin pada tahun itu dan mempunyai enam orang putera.
Jawatan yang Pernah Disandang As-Syahid
Sepanjang hidupnya Asy-Syahid memegang banyak jawatan penting. Di antaranya sebagai ketua Jawatankuasa Guru di Gaza. Ahli Persatuan Pegawai Arab di perwakilan pertubuhan sosial antarabangsa. Pegawai pengurus hubungan luar negeri dalam Gerakan Pejuang Hamas, anggota pimpinan politik Hamas di Gaza. Beliau juga menyandang jawatan anggota Dewan Sekretariat Jenderal Universiti Isam di Gaza, Anggota Dewan Pendiri Center Research Future. Pada tahun 1980 As-Syahid memegang jawatan anggota Persatuan Mahasiswa, Darul Maualimin di Ramallah. Pada tahun 2006 beliau menjawat jawatan sebagai menteri dalam negeri dan urusan sivil.
sumber : COMES

Jihad Adalah Jalan Penyelesaian Untuk Menghentikan Kezaliman Zionis

AYUH JIHAD! JULANG TINGGI DAKWAH!


Jihad dijalan Allah dan Penentangan Bersenjata adalah pilihan yang strategik ke arah mengembalikan bumi yang diceroboh dan hak 82px-oldwoman_cry_baby_nakbayang dicuri. Zionis sebenarnya tidak mengetahuii bahasa dalam bentuk perbincangan dan tidak memahami makna Perdamaian. Cara mereka ialah pembunuhan dan melakukan kerosakan di bumi. Oleh itu kami yakin bahawa satu-satunya bahasa yang difahami oleh mereka iala bahasa Jihad dengan segala cara dan jenis. Jangan dihentikan Jihad melainkan setelah orang Zionis yang terakhir keluar dari bumi Palestin

Jihad dijalan Allah dan Penentangan Bersenjata adalah pilihan yang wajib ke arah mengembalikan bumi yang diceroboh dan hak yang dicuri. Zionis sebenarnya tidak mengetahuii bahasa dalam bentuk perbincangan dan tidak memahami makna Perdamaian. Cara mereka ialah pembunuhan dan melakukan kerosakan di bumi. Oleh itu kami yakin bahawa satu-satunya bahasa yang difahami oleh mereka ialah bahasa Jihad dengan segala cara dan jenis. Jangan dihentikan Jihad melainkan setelah orang Zionis yang terakhir keluar dari bumi Palestin

Kenyataan 40 Ulamak Al-Azhar & Mesir mengenai GAZA

Kerakusan Yahudi yang dilaknat Allah swt membunuh umat Islam Palestin yang dikepung ketat oleh Israel dan Mesir, serta tiada tindakan ketenteraan yang diambil oleh Kuasa-kuasa Besar Dunia dan Kerajaan-kerajaan umat Islam telah disaksikan sendiri oleh Umat Islam dan masyarakat antarabangsa. Sudah terang lagi bersuluh. Penyembelihan sudah masuk minggu ke 3. Kini rakyat jelata dan masyarakat boleh menilai sendiri sejauh mana kefahaman dan perangai pemimpin masing-masing terhadap Islam dan umatnya. “Medan kata-kata tidak sama dengan medan amal. Medan amal tidak sama dengan medan Jihad. Medan Jihad yang salah tidak sama dengan medan Jihad yang Sahih yang berhasil lebat dari pengorbanan yang minimal dan optimal” (Hasan Al-Banna). Gerakan Ikhwan Muslimin Mesir dan Universiti Al-Azhar walau berdepan dengan berbagai halangan, namun ikatan dan sumbangan moral dan material umat Islam Mesir tetap sampai ke Gaza sejak bertahun-tahun lalu. Mesir tetap abang kepada adiknya Gaza walaupun cuba dihalangi oleh mereka yang korup dan tembok di Laluan Rafah di sempadan antara mereka. Berikut adalah kenyataan umum yang ditandatangani oleh 40 orang ulamak besar Al-Azhar dan Mesir mengenai perang yang sedang dilakukan oleh tentera Yahudi ke atas umat Islam di Gaza, Palestin. Semoga ianya menjadi iktibar, kayu ukur, sikap, asas tindakan kita bersama. Kepada Allah jua kita memohon keampunanNya di atas kealpaan kerajaan dan umat Islam di zaman kita ini serta kelemahan diri kita sendiri dalam menunaikan hak saudara seIslam di Gaza. Ameen.


Dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang

KENYATAAN UMUM :

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Tiada Tuhan selain Dia, Maha Kuat, Maha Penentu, Maha Perkasa, Maha Menguasai, Maha Esa, Maha Menentukan. Di dunia dan di langit ini tiada satu pun yang boleh melemahkanNya. Selawat dan salam ke atas penghulu kita Muhammad, hamba Allah dan RasulNya, imam para Mujahideen dan pemimpin pembukaan wilayah-wilayah Islam.

Sesungguhnya kejadian-kejadian yang berlaku sekarang ini di bumi Islam dan umat Islam, di bumi Gaza, Palestin yang bangkit teguh berdepan dengan pencerobohan dan penyembelihan yang diinkari oleh apa sahaja nilai, akhlak dan kemanusiaan semuanya, mewajibkan kami, sekumpulan para ulamak dan pendakwah di Mesir, menandatangani Kenyataan Umum ini sebagai mengemukakan pandangan kami, tanggungjawab kami di depan Allah swt dan menjelaskannya kepada orang ramai.

PERTAMA : Sesungguhnya Palestin yang diberkati Allah swt seperti yang disebut di dalam Al-Quran adalah bumi Islam dalam erti kata yang sebenarnya, Kiblat Pertama, di dalamnya terdapat masjid yang kedua di bina di atas muka bumi, masjid ketiga suci bagi umat Islam dan tempat israk Rasul kita saw. Oleh kerana itu, sesiapa pun tidak boleh mengalah dan menyerahkan walau seinci  dari buminya kepada orang-orang bukan Islam. Firman Allah swt bermaksud, “Maha suci Tuhan yang mengisrakkan (menggerakkan) hambaNya di waktu malam dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang Kami berkati sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami” (Al-Israk:1).

KEDUA : Zionis Antarabangsa yang berwajahkan Israel adalah manusia yang paling sengit permusuhannya terhadap orang-orang beriman disepanjang sejarah mereka. Telah jelas dan terbukti permusuhan mereka terhadap Allah dan rasul-rasulNya. Merekalah dalang setiap kejahatan, kerosakan, memunkiri perjanjian, menghalalkan perkara-perkara yang diharamkan Allah, khianat dan berdendam terhadap sesiapa sahaja yang berinteraksi dan mendekati mereka. Sesungguhnya mereka telah menceroboh bumi Palestin dengan mengusir dan membunuh penduduknya yang beragama Islam melalui dokongan berterusan dari Negara-negara Barat yang zalim dan bermusuhan. Firman Allah swt bermaksud, “Sungguh kamu akan dapati manusia yang paling sengit permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (Al-Ma’idah:82). Zionis Israel ini adalah kumpulan yang menceroboh dan menjajah bumi Palestin. Oleh itu Kebenaran mestilah dikembalikan semula kepada tuannya walau panjang mana berlalunya zaman. Kita tidak redha dan tidak menerima Penjajahan zalim dari puak Zionis ini terhadap Bumi Suci kita.

KETIGA : Jihad dijalan Allah dan Penentangan Bersenjata adalah pilihan yang strategik ke arah mengembalikan bumi yang diceroboh dan hak yang dicuri. Zionis sebenarnya tidak mengetahuii bahasa dalam bentuk perbincangan dan tidak memahami makna Perdamaian. Cara mereka ialah pembunuhan dan melakukan kerosakan di bumi. Oleh itu kami yakin bahawa satu-satunya bahasa yang difahami oleh mereka iala bahasa Jihad dengan segala cara dan jenis. Jangan dihentikan Jihad melainkan setelah orang Zionis yang terakhir keluar dari bumi Palestin. Firman Allah swt bermaksud, “Dan persiapkan (diri kamu dalam) menghadapi mereka (dengan) apa (sahaja) yang kamu mampu dari (bentuk-bentuk) kekuatan, dan dari kuda-kuda yang disiap siaga. Dengan (kekuatan) itu kamu menakutkan musuh Allah dan musuh kamu” (Al-Anfaal:60).


Ismail Haniyeh dari Gerakan HAMAS, Perdana Menteri Palestin yang memenangi Pilihanraya Umum II pada 25/1/2006. Amerika dan Israel telah melakukan sekatan ketas 1.5 juta penduduk dan membunuh hingga kini 800 orang untuk cuba merubah Kerajaan HAMAS secara paksa untuk digantikan dengan sebuah kerajaan yang tunduk kepada Penjajahan Barat dan Yahudi.

KEEMPAT : Mereka yang mengambil jalan Jihad dan Penentangan sebagai jalan mereka, memikul ruh-ruh mereka di atas bahu, menyumbangkan para Syuhadak, harta, mengorbankan apa yang mahal dan bernilai sebagai harga untuk membebaskan bumi ini, sekalipun musuh memiliki kelengkapan ketenteraan canggih dan kekuatan menyerang penuh kejam yang menyerlahkan kebencian membabi buta mereka terhadap setiap orang Islam, mereka itulah dari golongan yang dimenangkan dengan izin Allah. Mereka layak didokong, dibantu dan ditolong. Sabda Rasulullah saw bermaksud, “Akan terus ada satu golongan dari umatku yang terus terang di atas kebenaran, menentang musuh-musuh mereka sehingga datang ketentuan Allah sedang mereka masih dalam keadaan demikian. Seseorang Sahabat bertanya, “Dimanakah mereka ya Rasulullah ?”. Baginda saw menjawab, “Di Baitul Maqdis dan di sekeliling Baitul Maqdia”. (Hadis riwayat Ahmad).

KELIMA : Di sini kami ingin mengingat dan menegaskan peranan masyarakat dunia dalam membantu mereka dalam isu ini dan kewajipan di segi Syarak yang agama kita mewajibkan ke atas mereka ialah berjihad di jalan Allah dengan erti kata yang sebenar-benarnya, menyumbang bantuan material, melakukan pemboikotan ekonomi, politik dan kebudayaan terhadap Israel dan terhadap negara-negara yang mendokongnya samada di Barat atau Timur, menolak untuk mengadakan hubungan dengannya dalam apa jua bentuk sekalipun. Kami menegaskan bahawa haram berinteraksi dengan badan Zionis ini dan dengan sesiapa yang mendokongnya dalam apa bentuk sekalipun.

Kita wajib berpendirian seperti firman Allah swt bermaksud, “Dan janganlah kamu merasa hina, dan jangan (pula) merasa sedih sedang kamulah yang paling tinggi sekiranya kamu orang-orang beriman. Jika kamu ditimpa kesakitan, maka (ketahuilah bahawa) mereka juga ditimpa sakit seperti kamu. Demikianlah Kami mempergilirkan hari-hari (turun naik dan suka duka) dikalangan manusia. Dan supaya Allah mengetahui (siapa benar-benar) orang-orang beriman dan supaya Dia mengambil para Syuhadak dari kalangan mereka. Dan Allah tidak suka orang-orang zalim” (Ali Imran : 139-140).

Menjadi kewajipan sekelian umat Islam agar bersatu dan berhimpun di bawah satu kepimpinan. Setiap dari kalangan mereka menjalankan peranan masing-masing dan meninggalkan segala bentuk perselisihan yang dimurkai Allah yang membantutkan Jihad dijalanNya. Firman Allah swt bermaksud, “Dan berpegang tuguhlah kamu dengan tali Allah dan jangan kamu berpecah belah. Dan ingatlah nikmat Allah ke atas kamu ketika kamu dulu bermusuh-musuhan lalu Allah menyatukan hati-hati dan dengan nikmatNya kamu jadi bersaudara”. (Ali Imran : 103).

Ini adalah kenyataan umum kepada orang ramai. Setiap orang menanggung tanggungjawab msing-masing. Kepada para Mujahideen di Gaza, Palestin dan di mana sahaja bumi Islam yang sedang dijajah, kami katakan kepada mereka bahawa sesungguhnya dengan darah, kamu telah membayar harga Iman, keagungan dan kemuliaan. Oleh itu teguhlah kamu, maralah ke hadapan dan bersabarlah. Allah bersama kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mensia-siakan amalan-amalan kamu. Firman Allah swt bermaksud, “Orang-orang yang apabila manusia berkata kepada mereka “Sungguh manusia telah menghimpunkan (kekuatan) untuk (memerang) kamu, maka takutkan kamu kepada mereka. (Namun yang jadi sebaliknya) maka bertambah keimanan mereka lalu berkata, ‘Cukuplah kami dengan Allah. Dialah sebaik-baik Pelindung” (Ali Imran : 173).


Asy-Syeikh Muhammad Abdul Mun’im Al-Birri (kiri) di depan Universiti Al-Azhar, Kaherah pada bulan Jun 2008 lalu. Beliau memegang jawatan Ra’is Jabhah Ulamak Al-Azhar (Ketua Barisan Ulamak Al-Azhar) yang mengetuai seluruh Ulamak Al-Azhar di Mesir. Mesir banyak mengajar saya erti perjuangan, cinta ilmu, ikhlas dan tawadhuk.

Ditandatangani oleh :

1. Dr Muhammad Abdul Mun’im Al-Birri - Ketua Barisan Ulamak Al-Azhar

2. Dr. Nasr Farid Wasil

3. Dr Zaghlul An-Najjar

4. Dr Abdul Sattar Fathullah Said

5. Dr Muhammad Ammarah

6. Dr Al-Fattah Asy-Syeikh

7. Dr Safwat Hijazi

8. Ustaz Asy-Syeikh Jamal Qutb

9. Ustaz As-Syeikh Ahmad Al-Mahlawy

10. Dr Abdul Halim Uwais

11. Dr Mohd Rakfat Uthman

12. Dr Abdullah Barakat

13. Dr Abdullah Samak

14. Ustaz Asy-Syeikh Abu Ishak Al-Huwainy

15. Ustaz Asy-Syeikh Hazim Solah Abu Ismail

16. Ustaz Asy-Syeikh Mohd Jibril

17. Dr Solah Sultan

18. Ustaz Asy-Syeikh Ahmad Halil

19. Dr Mohd As-Soghir

20. Ustaz Asy-Syeikh Saleim Abu Al-Futuh

21. Dr Ahmad Al-Assal

22. Dr Hazim As-Sarsawy

23. Dr Abdul Rahman Foudah

24. Ustaz Asy-Syeikh Mohd Mustafa

25. Dr Hussein Syihatah

26. Dr Solah Harun

27. Ustaz Asy-Syeikh Salamah Abdul Qawiyy

28. Dr Jamal Abdul Hadi

29. Dr Hasan Ubaid

30. Ustaz Asy-Syeikh Mohd Abdul Fattah

31. Dr Ahmad Abu Huzaifah

32. Dr Alak As-Sayyid Abdul Rahim

33. Dr Umar Abdul Aziz

34. Ustaz Asy-Syeikh Rejab Zaki

35. Dr Mazin As-Sarsawy

36. Ustaz Asy-Syeikh Ahmad Sabry

37. Ustaz Asy-Syeikh Ahmad Al-Juhayny

38. Ustaz Asy-Syeikh Muzhir Amin

39. Ustaz Asy-Syeikh Ali Abu Al-Hasan

40. Ustaz Asy-Syeikh Mustafa Al-Azhary

Diterjemahkan oleh :

Ustaz Haji Abdul Halim Abdullah,


Gaza Hari Ini: Sanggupkah Kita melihat Ini Semua

BANGSAT! yahudi la'natullah! , Aku berjanji dengan darah dan jiwaku, akanku perangimu habis-habisan hingga aku beroleh syahid insyaallah agar kau mampos dan lenyap dari muka bumi ini, xkan aku redha untuk membantumu dengan membeli barangan buatanmu SYAITAN! hanya jihad, neraka, kuburan, dan mati sahaja untuk mu, akan kami hantarmu ke NERAKA! BOIKOT! HANCURKAN YAHUDI!, PERANGI YAHUDI! , PERANGI SYAITAN ANJING INI!. AYUH IKHWAH DAN AKHWAT SEKALIAN , GEMBELING TENAGAMU KUATKAN QIAMULLAIL MU AGAR BEROLEH PERTOLONGAN ALLAH!


A convoy of Israeli tanks moves towards the border as smoke rises from across the border in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Hamas as the Islamist group weighed a ceasefire.  REUTERS/Yannis Behrakis (ISRAEL)

A convoy of Israeli tanks moves towards the border as smoke rises from across the border in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Hamas as the Islamist group weighed a ceasefire. REUTERS/Yannis Behrakis (ISRAEL)

Israeli soldiers stand atop an armoured personnel carrier (APC) as smoke rises from across the border in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal.  REUTERS/Ronen Zvulun (ISRAEL)

Israeli soldiers stand atop an armoured personnel carrier (APC) as smoke rises from across the border in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal. REUTERS/Ronen Zvulun (ISRAEL)

Smoke is seen during an Israeli military operation in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Israeli tanks shelled downtown Gaza City on Thursday and ground troops thrust deep into a crowded neighborhood for the first time, sending terrified residents fleeing for cover and ratcheting up the pressure on Gaza's Hamas rulers to accept a proposed cease-fire to end a devastating Israeli offensive. (AP Photo/Hatem Moussa)

Smoke is seen during an Israeli military operation in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Israeli tanks shelled downtown Gaza City on Thursday and ground troops thrust deep into a crowded neighborhood for the first time, sending terrified residents fleeing for cover and ratcheting up the pressure on Gaza's Hamas rulers to accept a proposed cease-fire to end a devastating Israeli offensive. (AP Photo/Hatem Moussa)

An explosion and smoke are seen during Israel's offensive in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal.  REUTERS/Yannis Behrakis (GAZA)

An explosion and smoke are seen during Israel's offensive in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal. REUTERS/Yannis Behrakis (GAZA)

An Israeli Apache helicopter fires decoy flares over the Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal.  REUTERS/Yannis Behrakis (GAZA)

An Israeli Apache helicopter fires decoy flares over the Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal. REUTERS/Yannis Behrakis (GAZA)

Israeli soldiers stand near the border as smoke rises from across the border in the northeast Gaza Strip January 15, 2009. Israeli tanks and artillery pounded Gaza city in a relentless barrage of shelling on Thursday, despite some signs of progress in the international effort to bring about a ceasefire to the 20-day conflict.  REUTERS/Yannis Behrakis (ISRAEL)

Israeli soldiers stand near the border as smoke rises from across the border in the northeast Gaza Strip January 15, 2009. Israeli tanks and artillery pounded Gaza city in a relentless barrage of shelling on Thursday, despite some signs of progress in the international effort to bring about a ceasefire to the 20-day conflict. REUTERS/Yannis Behrakis (ISRAEL)

PALESTINIANS-ISRAEL/

An Israeli soldier watches as smoke rises from across the border in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal.  REUTERS/Yannis Behrakis (ISRAEL)

An Israeli soldier watches as smoke rises from across the border in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into the city of Gaza and pounded densely populated neighbourhoods with artillery and tank shells on Thursday, stepping up pressure on Hamas as the warring sides weighed a ceasefire proposal. REUTERS/Yannis Behrakis (ISRAEL)

An Israeli tank moves in front of a burning Palestinian house in the northern Gaza Strip late afternoon January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire.   REUTERS/Yannis Behrakis (GAZA)

An Israeli tank moves in front of a burning Palestinian house in the northern Gaza Strip late afternoon January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Yannis Behrakis (GAZA)

A local U.N. worker looks at a fire at the U.N. compound after it was struck by Israeli fire in Gaza City January 15, 2009. Israel unleashed its heaviest shelling of Gaza's crowded neighbourhoods on Thursday, hitting a U.N. compound and a media building in what might be a final push against Hamas before a ceasefire deal. REUTERS/Yasser Qdeah (GAZA)

A local U.N. worker looks at a fire at the U.N. compound after it was struck by Israeli fire in Gaza City January 15, 2009. Israel unleashed its heaviest shelling of Gaza's crowded neighbourhoods on Thursday, hitting a U.N. compound and a media building in what might be a final push against Hamas before a ceasefire deal. REUTERS/Yasser Qdeah (GAZA)

Bodies of Palestinians killed during Israel's offensive are seen in the morgue of Shifa hospital in Gaza City January 15, 2009. Israeli tanks and artillery pounded the city of Gaza on Thursday in the most relentless shelling in nearly three weeks of fighting, despite some signs of progress in international efforts to bring about a ceasefire.  REUTERS/Mohammed Salem (GAZA)

Bodies of Palestinians killed during Israel's offensive are seen in the morgue of Shifa hospital in Gaza City January 15, 2009. Israeli tanks and artillery pounded the city of Gaza on Thursday in the most relentless shelling in nearly three weeks of fighting, despite some signs of progress in international efforts to bring about a ceasefire. REUTERS/Mohammed Salem (GAZA)

A wounded Palestinian boy is carried into Shifa hospital during Israel's offensive in Gaza City January 15, 2009. Israel unleashed its heaviest shelling of Gaza's crowded neighbourhoods on Thursday, hitting a U.N. compound and a media building in what might be a final push against Hamas before a ceasefire deal. REUTERS/Saleh Salem (GAZA)

A wounded Palestinian boy is carried into Shifa hospital during Israel's offensive in Gaza City January 15, 2009. Israel unleashed its heaviest shelling of Gaza's crowded neighbourhoods on Thursday, hitting a U.N. compound and a media building in what might be a final push against Hamas before a ceasefire deal. REUTERS/Saleh Salem (GAZA)

Palestinians carry the bodies of two girls killed during Israel's offensive, during their funeral in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

Palestinians carry the bodies of two girls killed during Israel's offensive, during their funeral in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

A wounded Palestinian girl is carried into Shifa hospital during Israel's offensive in Gaza City January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Hamas as the Islamist group weighed a ceasefire. REUTERS/Mohammed Salem (GAZA)

A wounded Palestinian girl is carried into Shifa hospital during Israel's offensive in Gaza City January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Hamas as the Islamist group weighed a ceasefire. REUTERS/Mohammed Salem (GAZA)

A wounded Palestinian woman is brought into Shifa hospital during Israel's offensive in Gaza City January 15, 2009. Israel unleashed its heaviest shelling of Gaza's crowded neighbourhoods on Thursday, hitting a U.N. compound and a media building in what might be a final push against Hamas before a ceasefire deal. REUTERS/Saleh Salem (GAZA)

A wounded Palestinian woman is brought into Shifa hospital during Israel's offensive in Gaza City January 15, 2009. Israel unleashed its heaviest shelling of Gaza's crowded neighbourhoods on Thursday, hitting a U.N. compound and a media building in what might be a final push against Hamas before a ceasefire deal. REUTERS/Saleh Salem (GAZA)

Palestinian men inspect the bodies of victims killed during Israel's offensive in the Gaza Strip, at a mortuary in Gaza City on January 15, 2009. Israeli tanks rumbled ever deeper into Gaza cities and jets pummelled the enclave from above today even as hopes rose for a truce to end the war on Hamas that has claimed more than 1,000 lives. AFP PHOTO/MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

Palestinian men inspect the bodies of victims killed during Israel's offensive in the Gaza Strip, at a mortuary in Gaza City on January 15, 2009. Israeli tanks rumbled ever deeper into Gaza cities and jets pummelled the enclave from above today even as hopes rose for a truce to end the war on Hamas that has claimed more than 1,000 lives. AFP PHOTO/MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

Bodies lie at a mortuary in Gaza City as a Palestinian medic drags the body of a victim killed during Israel's offensive in the Gaza Strip on January 15, 2009. Israeli tanks rumbled ever deeper into Gaza cities and jets pummelled the enclave from above today even as hopes rose for a truce to end the war on Hamas that has claimed more than 1,000 lives. AFP PHOTO/MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

Bodies lie at a mortuary in Gaza City as a Palestinian medic drags the body of a victim killed during Israel's offensive in the Gaza Strip on January 15, 2009. Israeli tanks rumbled ever deeper into Gaza cities and jets pummelled the enclave from above today even as hopes rose for a truce to end the war on Hamas that has claimed more than 1,000 lives. AFP PHOTO/MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

Mourners pray beside the bodies of Palestinians killed during Israel's offensive, in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

Mourners pray beside the bodies of Palestinians killed during Israel's offensive, in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

Palestinians mourn during the funeral for their relatives killed during Israel's offensive, in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

Palestinians mourn during the funeral for their relatives killed during Israel's offensive, in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

Palestinians who fled their homes during Israel's offensive in the Gaza Strip receive food donated by a wealthy Gaza family at a UN school in the Jabalia refugee camp, northern Gaza on January 15, 2009. The UN today suspended its operations in Gaza after Israeli shells smashed into its compound, setting fire to warehouses of badly-needed aid and prompting outrage from UN chief Ban Ki-moon as he arrived in Israel.    AFP PHOTO /MOHAMMED ABED  (Photo credit should read MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images)

Palestinians who fled their homes during Israel's offensive in the Gaza Strip receive food donated by a wealthy Gaza family at a UN school in the Jabalia refugee camp, northern Gaza on January 15, 2009. The UN today suspended its operations in Gaza after Israeli shells smashed into its compound, setting fire to warehouses of badly-needed aid and prompting outrage from UN chief Ban Ki-moon as he arrived in Israel. AFP PHOTO /MOHAMMED ABED (Photo credit should read MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images)

The body of Arej al-Remilat, killed during Israel's offensive, is carried by a relative during her funeral in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

The body of Arej al-Remilat, killed during Israel's offensive, is carried by a relative during her funeral in Beit Lahiya in the northern Gaza Strip January 15, 2009. Israeli forces pushed deeper into Gaza city on Thursday and unleashed their heaviest shelling of its crowded neighbourhoods in three weeks of war, stepping up pressure on Islamist Hamas as both sides weighed a ceasefire. REUTERS/Ismail Zaydah (GAZA)

Inilah dia tentera jahanam zionis israel yang melakukan pembunuhan beramai-ramai ke atas umat islam di palestin...

Inilah dia tentera jahanam zionis israel yang melakukan pembunuhan beramai-ramai ke atas umat islam di palestin...

Gaza Hari Ini


Pemimpin Kanan Hamas yang paling ditakuti Israel Syahid Dalam Serangan Jet Tentera Zionis Semalam



P/S : Allahuakbar! sungguh ALLAH menepati janji-janjiNYA , As syaikh telah menemui syahidnya, KITA BILA LAGI! subahanallah sungguh manis pertemuan itu , sungguh maha benar ALLAH yang maha ESA, allahuakbar!



Palestinian Interior Minister Saeed Seyyam (2nd R) walks surrounded by his bodyguards after Friday prayers in Gaza in this October 27, 2006 file picture. An Israeli air strike killed Hamas's interior minister, Saeed Seyyam, in the Gaza Strip on Thursday, Hamas-run television said. Seyyam had been in charge of 13,000 Hamas police and security men, many of whom are actively involved in fighting Israel.  REUTERS/Mohammed Salem/Files (GAZA)

Palestinian Interior Minister Saeed Seyyam (2nd R) walks surrounded by his bodyguards after Friday prayers in Gaza in this October 27, 2006 file picture. An Israeli air strike killed Hamas's interior minister, Saeed Seyyam, in the Gaza Strip on Thursday, Hamas-run television said. Seyyam had been in charge of 13,000 Hamas police and security men, many of whom are actively involved in fighting Israel. REUTERS/Mohammed Salem/Files (GAZA)

Senior Hamas leaders Mahmud Zahar (R) and Said Siyam speak to the media in Cairo April 18, 2008. The Hamas delegation met on Thursday with former U.S. President Jimmy Carter during their visit to Egypt. REUTERS/Nasser Nuri (EGYPT)

Senior Hamas leaders Mahmud Zahar (R) and Said Siyam speak to the media in Cairo April 18, 2008. The Hamas delegation met on Thursday with former U.S. President Jimmy Carter during their visit to Egypt. REUTERS/Nasser Nuri (EGYPT)

Palestinians gather around the crater caused by an Israeli strike which hit the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza.  Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

Palestinians gather around the crater caused by an Israeli strike which hit the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza. Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

Palestinians gather around the bodies of relatives killed in an Israeli army operation at the morgue of Shifa hospital in Gaza City,Thursday, Jan. 15, 2009. Israeli forces shelled the United Nations headquarters in the Gaza Strip on Thursday, setting the compound on fire as U.N. chief Ban Ki-moon was in the area on a mission to end Israel's devastating offensive against the territory's Hamas rulers. Ban expressed "outrage" over the incident. (AP Photo/Ashraf Amra)

Palestinians gather around the bodies of relatives killed in an Israeli army operation at the morgue of Shifa hospital in Gaza City,Thursday, Jan. 15, 2009. Israeli forces shelled the United Nations headquarters in the Gaza Strip on Thursday, setting the compound on fire as U.N. chief Ban Ki-moon was in the area on a mission to end Israel's devastating offensive against the territory's Hamas rulers. Ban expressed "outrage" over the incident. (AP Photo/Ashraf Amra)

A wounded Palestinian woman is evacuated after an Israeli strike hit the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza.  Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

A wounded Palestinian woman is evacuated after an Israeli strike hit the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza. Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

A wounded Palestinian girl is evacuated after an Israeli strike hit the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza.  Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

A wounded Palestinian girl is evacuated after an Israeli strike hit the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza. Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

Wounded Palestinians are driven away from the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza.  Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

Wounded Palestinians are driven away from the house of top Hamas official Said Siam's brother in Gaza City, Thursday, Jan. 15, 2009. Officials from the Israeli military and Shin Bet security agency said Siam was killed while hiding in his brother's home in Gaza City. Siam is considered to be among Hamas' top five leaders in Gaza. Palestinian medical officials confirmed the house was attacked, but there was no word from Hamas on Siam's fate. (AP Photo/Khalil Hamra)

Palestinian former interior minister Said Siam speaks to the press at the Rafah border terminal crossing between the southern Gaza Strip and Egypt on July 8, 2008. A Hamas delegation is due in Cairo for talks on a fragile three-week-old Gaza truce as Israel said it would reopen its borders with the territory at the Egyptian mediator's request. AFP PHOTO/ SAID KHATIB (Photo credit should read SAID KHATIB/AFP/Getty Images)

Palestinian former interior minister Said Siam speaks to the press at the Rafah border terminal crossing between the southern Gaza Strip and Egypt on July 8, 2008. A Hamas delegation is due in Cairo for talks on a fragile three-week-old Gaza truce as Israel said it would reopen its borders with the territory at the Egyptian mediator's request. AFP PHOTO/ SAID KHATIB (Photo credit should read SAID KHATIB/AFP/Getty Images)... Gambar terkini jenazah As-syahid Said Siam yang dirakam di Hospital Al-Shifa tidak dapat saya paprkan di sini.. harap maaf

Pemimpin Kanan Hamas yang paling ditakuti Israel Syahid Dalam Serangan Jet Tentera Zionis Semalam

Salah seorang  pemimpin kanan gerakan Hamas di Gaza, Said Siyam, syahid karena serangan udara tentera zionis semalam.

Said Siyam, adalah Menteri Dalam Negeri kerajaan Hamas,terbunuh dalam serangan udara terhadap rumah saudaranya  dekat Kota Gaza.

Sebelum daripada kejadian itu, berlaku pertempuran hebat diantara pejuang hamas dibawah kendaliannya dengan pasukan darat dan kereta kebal Israel yang semakin menghampiri pusat Kota Gaza.

Badan bantuan PBB, UNRWA, mengatakan sebagian pejabatnya dan tempat penyimpanan makanan bantuan kemanusiaan di Gaza terbakar dan musnah karena terkena serangan jet pejuang tentera zionis Israel.

Sebagai menteri dalam negeri Siyam memimpin ribuan pasukan keamanan Hamas di Gaza. Dia juga ditakuti kebanyakan orang kerana ketegasannya.

Anak laki laki dan saudara laki lakinya juga terbunuh syahid dalam serangan tersebut, disamping dua pejabat Hamas lainnya - turut terbunuh syahid ialah Pengarah keamanan bahagian dalam negeri Saleh Abu Sharkh, dan pemimpin Hamas setempat, Mahmoud Abu Watfah.

Siyam adalah salahseorang  anggota paling senior Hamas yang terbunuh syahid dalam operasi ketenteraan Israel yang memasuki hari ke 20 .

Dia menjadi anggota "kepemimpinan kolektif" pasukan pejuang Hamas  tahun 2004 setelah Sheikh Yassin dan Abdel-Aziz Rantissi dibunuh Israel.

Dia syahid di akhir peperangan sengit yang berlaku di antara pejuang Hamas dan tentera Israel yang juga memusnahkank kompleks PBB di Kota Gaza.

Juribicara UNRWA Christopher Gunnes mengatakan pegawai PBB terluka dalam serangan tersebut.

Sekitar 700 orang berlindung di kompleks tersebut ketika serangan berlaku, katanya, dan kebakaran memusnahkan bekalan makanan bantuan dan ubat ubatan.


Monday, January 05, 2009
Selamatkan Palestin wahai sekalian ikhwah!

Berikut Adalah Surat daripada Setiausaha Gerakan al-Ikhwan al-Muslimun di Mesir untuk umat Islam di seluruh dunia. Surat ini telah dikirimkan kepada pertubuhan-pertubuh an Islam dan kemanusiaan di seluruh dunia. Saya telah diminta untuk menterjemahkannya kepada seluruh rakyat Malaysia yang peduli terhadap isu Palestin. Beberapa perubahan kecil dari teks asalnya sewaktu proses penterjemahan demi menyesuaikannya dengan budaya, mentaliti dan realiti rakyat Malaysia.Diharapkan agar para pembaca dapat menyebarkan surat ini kepada para pembaca bahasa Melayu yang lain demi menyemarakkan usaha menyelamatkan rakyat Gaza yang sedang menderita akibat kepungan Rejim Zionis yang zalim dengan bantuan Amerika Syarikat.
“Dan Janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang beriman” (Ali-Imran 139).
Seruan daripada Allah s.w.t kepada sekelian orang yang beriman…. Kamu sekali-kali tidak akan ditimpa ketakutan, tidak akan diselubungi kesedihan dan hati kamu sekali-kali tidak akan dirundungi kekecewaan. Kekecewaan tidak sekali-kali akan dapat diharmonikan dengan keimanan. Kamu berada pada darjat yang paling tinggi selagi mana kamu beriman dan sentiasa mempunyai talian yang kuat dengan Allah yang Maha Mulia lagi Berkuasa.
Keadaan di Gaza memerlukan sikap pro-aktif umat Islam sedunia. Adalah menjadi satu kezaliman bagi kaum Muslimin membiarkan saudara mereka di Palestin berterusan dizalimi oleh rejim Zionis Israel dan sekutunya. Kita boleh melakukan banyak perkara demi untuk saudara-saudara kita di Gaza….
Seruan
Dengan ini, saya menyeru setiap pihak agar:
1- Qunut Nazilah – Membaca qunut nazilah pada setiap kali solat dan ajarkan makna qunut dan cara melakukannya kepada orang-orang yang masih belum mengetahui hakikat qunut.
2- Tinggalkan makanan, minuman dan kerehatan yang berlebihan dan salurkannya kepada saudara-saudara kita di Palestin. Salurkan wang anda kepada pertubuhan-pertubuh an kebajikan tempatan yang terlibat menguruskan sumbangan untuk membantu rakyat Palestin.
3- Mendermalah untuk pembelian ubat-ubatan yang diperlukan. Menyumbang secara terus sama ada sumbangan yang berbentuk material ataupun kewangan. Hospital-hospital dan klinik-klinik di Gaza sedang kehabisan ubat-ubatan untuk merawat para pesakit.
4- Bagi sesiapa yang mempunyai kemampuan dan kesempatan, sertailah misi-misi kemanusiaan untuk membantu rakyat Gaza (untuk menyalurkan kelengkapan pakaian, makanan dan bahan api)
5- Mobilisasi rakyat untuk bangkit melahirkan solidariti bersama rakyat Gaza yang dizalimi dan sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin meruncing. Demo, bantahan, memorandum dan juga segala wasilah yang sesuai mestilah digunakan untuk tujuan tersebut.
6- Sebarkan maklumat kesengsaraan rakyat Gaza kepada seluruh rakyat dan penduduk dunia melalui teknologi yang ada seperti poster, banner, penulisan artikel di akhbar-akhbar, majalah-majalah, e-mail, laman web, sms, Ym dan lain-lain lagi.
7- Wujudkan Tabung Palestin di setiap rumah (Didiklah anak-anak agar mula menabung dari duit perbelanjaan mereka untuk rakyat Palestin). Sikap ini akan mewujudkan perasaan kebersamaan mereka dengan rakyat Palestin yang ditindas.
8- Bagi para pemudi dan wanita yang beriman, mereka hendaklah berderma dengan barang-barang perhiasan berharga yang mereka miliki.
9- Kepada seluruh warga yang bekerja, gunakanlah kedudukan kamu untuk menyelamatkan Palestin. Sebagai contoh :-
a. Para Pendakwah : Bangunkan Ummah untuk membantu Palestin dan serulah pihak-pihak berkuasa dengan kebenaran.
b. Ahli-ahli Parlimen : Gunakan segala jentera pemantauan supaya Kerajaan melaksanakan tanggungjawabnya secepat mungkin.
c. Para aktivis Politik dan Parti : Himpunkan rakyat untuk isu ini, berlumba-lumbalah sekarang untuk menyelamatkan ummah.
d. Para Pengamal Undang-undang : Berusahalah di peringkat nasional dan antarabangsa untuk mengutuk perang dan penyembelihan secara beramai-ramai ini.

Saturday, January 03, 2009
BOYCOTT ISRAEL SYAITANI



"Each riyal, dirham …etc. used to buy their goods eventually becomes bullets to be fired at the hearts of brothers and children in Palestine.. To buy their goods is to support tyranny, oppression and aggression." -Sheikh Yusuf Al-Qaradawi



Photobucket




Next Page